Berita

Tim penyelamat mencari korban di tengah puing-puing bangunan yang runtuh di kota Harim, Suriah, di perbatasan dengan Turki, pada 8 Februari 2023/Net

Dunia

Suriah Merindukan Dukungan Internasional di Tengah Nestapa Gempa

KAMIS, 09 FEBRUARI 2023 | 14:08 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ketika banyak negara hilir mudik mengirimkan bantuan untuk Turki setelah gempa besar, Suriah terlihat hening dan muram dengan hanya sedikit truk bantuan yang terlihat.

Kantor kepresidenan Turki menyebut, sekitar tujuh puluh negara dan 14 organisasi internasional telah  menawarkan bantuan kepada Turki termasuk  Amerika Serikat, Inggris, dan UEA. Di waktu yang sama,  sukarelawan Helm Putih di Provinsi Idlib, Suriah, terlihat putus asa karena kurangnya tenaga dan peralatan untuk membantu mencari korban yang terhimpit.

Suriah telah sangat kelelahan dengan serangan udara dan peperangan yang mendominasi hari-hari negara itu. Bencana gempa Senin menambah penderitaan negara yang terletak di Asia Barat yang berbatasan dengan Turki di utara, Irak di timur, tenggara, Yordania di selatan, serta Israel, Palestina, dan Lebanon di barat daya.


Hari keempat setelah gempa berkekuatan 7,8 SR yang mengguncang Turki dan Suriah, masih banyak orang yang terjebak di antara reruntuhan gedung di barat laut Suriah yang dikuasai oposisi.  

Minimnya bantuan yang datang membuat sukarelawan kesulitan melakukan penyelamatan dengan segera. Seringkali mereka menggali dengan tangan kosong.

“Ratusan orang masih berada di bawah reruntuhan, tapi kami tidak memiliki peralatan yang cukup untuk mengeluarkan mereka,” kata seorang sukarelawan Helm Putih, kepada Aljazeera.

Belum lagi udara dingin dengan suhu di bawah titik beku serta hujan, membuat upaya pertolongan semakin sulit.

Para penyintas berkemah di jalan-jalan atau bergabung dengan perkemahan tenda di mana sumber daya sudah menipis sebelum gempa.

Beberapa wilayah Suriah yang paling terkena dampak gempa  dikendalikan oleh pemerintahan Presiden Bashar al-Assad, sementara wilayah lainya dikuasai oleh pasukan oposisi yang didukung Turki dan didukung AS, pemberontak Kurdi, dan pejuang Islam Sunni.

Pemerintahan Assad, telah dikucilkan secara internasional dengan puluhan sanksi berat yang dikenakan sebagai hukuman karena penindasan terhadap  pemberontakan yang dimulai pada 2011, membuat pengiriman bantuan menjadi sangat sulit.  

Sementara di Suriah barat laut, yang masih berada di luar kendali  al-Assad setelah lebih dari satu dekade perang, pengiriman bantuan tetap bermasalah.

“Tidak ada yang menghubungi kami untuk menawarkan bantuan,” kata sukarelawan Helm Putih.

Suriah barat laut telah menjadi salah satu tempat tersulit untuk dijangkau, dengan hanya satu penyeberangan yang tersedia untuk mengangkut bantuan dari Turki ke daerah-daerah yang dikuasai oposisi.

Pemerintah Suriah pada Rabu pagi telah mendirikan lebih dari seratus tempat penampungan yang dilengkapi dengan pasokan bantuan bagi mereka yang terkena dampak gempa di seluruh wilayah yang dikuasai pemerintah, termasuk di kota Aleppo, Hama, Homs, Tartus dan Latakia, sebuah kota pesisir yang memiliki jumlah kematian gempa tertinggi sejauh ini.

Beberapa pengamat memperingatkan bahwa korban Suriah dapat menjadi sandera politik yang telah memecah belah Suriah selama lebih dari satu dekade.

Setelah gempa bumi yang semakin membuat Suriah terpuruk, beberapa negara meningkatkan seruannya untuk menghapus sanksi ekonomi AS dan UE.

Pengiriman bantuan untuk Suriah sebenarnya bisa melintasi perbatasan Turki di persimpangan Bab al-Hawa yang didirikan pada tahun 2014. Itu adalah satu-satunya akses PBB untuk dapat menjangkau warga sipil tanpa melewati wilayah yang dikendalikan oleh pasukan pemerintah Suriah. Namun, hingga Rabu sore waktu setempat, bantuan yang dibutuhkan sangat minim terlihat.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Duel Panas Timnas Indonesia Vs Malaysia, Ini Rekor Statistiknya

Minggu, 27 September 2026 | 02:22

Tak Peduli Teman, Prabowo Tegas Sikat Pencuri Duit Negara

Minggu, 27 September 2026 | 02:02

Di Balik Kemudahan QRIS, Merchant Tetap Wajib Terima Tunai

Minggu, 27 September 2026 | 01:46

Gugatan Denny Indrayana Cs Untungkan Seluruh Parpol di DPR

Minggu, 27 September 2026 | 01:20

Pemerintah Jangan Pukul Rata Evaluasi IUP

Minggu, 27 September 2026 | 01:07

Emas Rahmat Bawa Indonesia Lompat ke Posisi 14

Minggu, 27 September 2026 | 00:35

Kowani Apresiasi Penegasan Menteri Hukum soal SK Kepengurusan

Minggu, 27 September 2026 | 00:17

Rahmat Erwin Abdullah Persembahkan Emas Kedua Indonesia

Minggu, 27 September 2026 | 00:05

Bhayangkari Salurkan 6 Ribu Paket Sembako untuk Warga Aceh

Sabtu, 26 September 2026 | 23:49

Wamenag Protes Keras Pembebasan Bersyarat Bechi Pemerkosa Santriwati

Sabtu, 26 September 2026 | 23:20

Selengkapnya