Berita

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo/Net

Suluh

PDIP Lamban, Bisa-bisa Puan dan Ganjar Terbuang

SENIN, 06 FEBRUARI 2023 | 15:33 WIB | OLEH: WIDIAN VEBRIYANTO

PENDAFTARAN calon presiden dan wakil presiden tinggal hitungan bulan, yaitu dmulai pada 19 Oktober 2023 hingga 25 November 2023. Namun demikian, belum semua partai berani mendeklarasikan pasangan calon yang akan diusung. Salah satunya PDI Perjuangan, yang padahal memiliki kursi parlemen cukup untuk mengusung calon seorang diri.

Padahal Partai Nasdem yang belum mendapat rekan koalisi secara resmi sudah berani mendeklarasikan dukungan untuk mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Seiring berjalan waktu, dukungan bertambah dari Partai Demokrat dan PKS yang sudah mengumumkan dukungan pencapresan Anies Baswedan. Dalam waktu dekat kedua partai itu akan resmi mendeklarasikan dukungan itu dan bersatu dengan Nasdem dalam Koalisi Perubahan.

Partai Gerindra dan PKB juga sudah berani tampil ke publik. Keduanya membuat Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR). Koalisi ini memang belum resmi mengusung pasangan calon presiden dan wakil presiden, sekalipun mengerucut pada nama Prabowo Subianto dan Muhaimin Iskandar. Tapi, keduanya sudah menampakkan keseriusan dengan membuat sekretariat bersama di Jakarta Pusat.    


Sementara Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang dideklarasi lebih dulu oleh Partai Golkar, PAN, dan PPP tampak jalan ditempat. Terlalu banyak rapat, tapi minim eksekusi penentuan calon. Malah dikhawatirkan pecah sebelum berkembang.

Adapun PDIP yang memiliki tiket untuk pencapresan malah diam ditempat. Padahal, ada dua kader mereka yang potensial. Pertama ada nama Puan Maharani yang sarat pengalaman di eksekutif maupun legislatif, juga merupakan penerus trah Soekarno. Kedua, ada nama Ganjar Pranowo yang selalu memiliki elektabilitas 3 besar dalam setiap survei capres.

Namun begitu, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sebagai pemegang mandat kongres dalam menentukan capres dan cawapres PDIP sudah mengatakan tidak akan mengumumkan dalam waktu dekat. Dia ingin melihat kerja-kerja para kandidat sebelum akhirnya menyatakan pengusungan pada calon tersebut. Apakah ini bagian dari strategi atau bisa menjadi blunder?

Politik Dinamis, Puan dan Ganjar Bisa Terbuang  

Perkembangan politik terus dinamis, sekalipun saat ini diprediksi akan ada 4 pasangan calon yang bisa diusung dalam Pilpres 2024. Teranyar, Partai Nasdem memulai langkah kuda jingkrak dengan menemui Partai Golkar pada pekan lalu. Pertemuan ini seolah menjadi reuni Surya Paloh dengan Golkar. Artinya, bukan tidak mungkin Surya Paloh akan mengajak Golkar berkoalisi.

Surya Paloh bahkan secara gamblang menyebut koalisi masih dinamis. Artinya, Nasdem bisa saja bergabung dengan KIB, atau Golkar yang bisa ditarik masuk ke Koalisi Perubahan. Pernyataan Paloh tentu tidak bisa dianggap sepele. Dia merupakan sosok king maker yang memiliki insting tinggi dalam menentukan jagoan. Perlu diingat, Nasdem merupakan partai pertama yang menyatakan dukungan untuk Jokowi pada 2019 lalu dan terbukti menang.

Tidak hanya itu, pada Pilgub Jawa Barat 2018, Nasdem dengan percaya diri mendukung Ridwan Kamil bersama PPP, PKB, dan Hanura. Sekali lagi terbukti bahwa intuisi Surya Paloh tinggi dan berhasil menang di Jawa Barat.

Dalam berbagai catatan kemenangan itu, Surya Paloh bisa legawa tidak mengajukan calon dari kader sendiri. Dia tidak memaksakan kehendak partai, demi memenangkan pemilu. Artinya, bukan tidak mungkin Surya Paloh akan mengajak Airlangga Hartarto untuk berjalan bersama. Kedua partai bisa berkoalisi dan boleh mengusung pasangan capres karena mendapat persentase 25 persen kursi parlemen.

Jika koalisi ini terjadi, maka bukan tidak mungkin Partai Demokrat, PKS, PAN, dan PPP menyusul. Duet Airlangga-Anies bisa ditawarkan sebagai jagoan. Apalagi jika PDIP belum ada kepastian mengusung siapa. Sementara Gerindra dan PKB keukeuh mengunci pasangan Prabowo-Cak Imin.

Andai skema ini berjalan, maka lagi-lagi PDIP bisa kelabakan. Strategi pengumuman last minute bisa jadi justru menjadi blunder bagi PDIP. Terlebih dikabarkan pengumuman calon akan dilakukan pada bulan Juni yang bertepatan pada bulan Bung Karno.

Nama besar Puan Maharani yang kini menggema di kader dan Ganjar Pranowo yang jadi pilihan tertinggi dalam survei bisa-bisa tenggelam. Bahkan dalam pemberitaan keduanya kini sudah kalah dengan aksi “blusukan” Anies Baswedan dan safari politik Surya Paloh.

PDIP perlu bereaksi cepat atas kondisi yang terjadi. Megawati perlu diingatkan akan potensi kalah seperti di Jabar pada Pilgub 2018 lalu. Yaitu, mengusung kader sendiri dan berakhir tidak menyenangkan.

Banteng moncong putih perlu segera menetapkan siapa yang akan diusung dan kemudian mencari rekan koalisi agar mimpi menciptakan hattrick kemenangan pilpres bisa diwujudkan. Bukan malah memasang pasukan untuk memusuhi calon koalisi. Seperti menyebut tidak akan berkoalisi dengan partai yang doyan impor atau juga mengatakan tidak akan mendukung Anies Baswedan.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Iran Ancam Gunakan Segala Cara untuk Hadapi Agresi AS

Minggu, 02 Agustus 2026 | 16:01

Serangan Israel Luluhlantakkan Gudang Obat Rumah Sakit Gaza

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:25

GP Al-Washliyah Dukung Kapolri Jadikan Semangat Hoegeng Budaya Kerja Polri

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:12

Kemensos Terbitkan Kartu Penyandang Disabilitas Virtual

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:04

PM Thailand Dijadwalkan Kunjungi Indonesia pada 3-4 Agustus

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:45

Bea Cukai Bongkar Dua Kontainer Berisi 7,8 Juta Batang Rokok Ilegal di Sulsel

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:43

BRI Peduli Bantu Peternak Sapi Perah Malang Naik Kelas Lewat Klaster Unggulan

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:33

AS Terapkan Deposit Visa untuk 50 Negara hingga Rp360 Juta

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:22

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Berawal dari Keresahan, Rabundo Tembus Pasar Nasional Berkat Pendampingan BRI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:03

Selengkapnya