Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Terungkap, Balon Mata-mata China Pernah Muncul di Atas Langit Taipei pada 2021

SENIN, 06 FEBRUARI 2023 | 10:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Munculnya pesawat tak berawak China yang diduga sebagai balon pengintai di Amerika Serikat juga menjadi sorotan sejumlah pejabat tinggi di Taiwan.

Legislator Partai Nasionalis China, Johnny Chiang, mengatakan bahwa pemerintah harus waspada apakah China juga melakukan hal serupa di Taiwan.

"Biro Keamanan Nasional dan Kementerian Pertahanan Nasional harus menyelidiki apakah balon pengawasan dapat digunakan terhadap Taiwan dan bersiap untuk menanggapi tindakan tersebut," Johnny, seperti dikutip dari Taipei Times, Senin (6/2).


"Penundaan kunjungan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken ke China sebagai akibat dari insiden tersebut merupakan konsekuensi yang dapat diperkirakan timbul dari persaingan kekuasaan antara kedua negara," tambahnya.

Sebelumnya Pentagon pada Kamis mengatakan telah mendeteksi balon pengintai China yang terbang di atas negara itu yang kemudian ditembak jatuh militer AS.

Beijing, sementara itu mengatakan balon yang diduga mata-mata adalah perangkat meteorologi sipil yang melayang ke wilayah AS setelah diterbangkan.

Kementerian Luar Negeri Taiwan ikut mengutuk China, mengatakan bahwa perilaku Beijing melanggar hukum internasional dan tidak dapat diterima oleh komunitas negara beradab.

"China harus menghentikan semua kegiatan yang melanggar kedaulatan negara lain atau menyebabkan ketidakstabilan di kawasan itu," kata Kementerian.

Perdana Menteri Taiwan Chen Chien-jen mendesak Tiongkok untuk menghormati kedaulatan wilayah udara negara lain, karena hal itu akan memfasilitasi perdamaian, saling membantu, dan kerja sama antar negara.

Lu Yeh-chung, seorang profesor di Departemen Diplomasi Universitas Nasional Chengchi, mengatakan bahwa insiden balon tersebut menunjukkan kurangnya kepercayaan yang ekstrim antara AS dan China.

"Kedua negara kemungkinan akan tetap terkunci dalam persaingan untuk beberapa waktu," kata Lu, menambahkan bahwa pembatalan kunjungan Blinken ke China mengisyaratkan perselisihan di bawah meja lainnya yang mungkin terjadi antara AS dan China.  

Direktur Jenderal Biro Cuaca Pusat Taiwan Cheng Ming-dean mengungkapkan bahwa peristiwa munculnya balon yang dicurigai sebagai alat pengintai bukan kali pertama terjadi. Balon serupa juga terlihat di Prefektur Miyagi Jepang pada Juni 2020, meskipun tidak ada negara yang mengklaim kepemilikan pesawat tersebut pada saat itu. Kemudian muncul balon lain pada 2021 di atas Taipei.

"Personel biro mengamati balon dengan jenis yang sama melayang di atas Taipei pada September 2021, dan anggota masyarakat melaporkan melihat balon lain pada Maret tahun lalu, kali ini di atas Bandara Internasional Taipei (bandara Songshan)," katanya.

Benda-benda itu berada di dua area selama beberapa jam. Balon cuaca sipil yang umumnya memiliki ukuran lebar 2 meter dan terbuat dari karet biasanya melayang di dekat lokasi peluncuran dan pada ketinggian tidak lebih dari 30 km.

"Balon China yang diamati dalam insiden Taiwan memiliki lebar tidak kurang dari 20m, dan jangkauan serta ketinggiannya menunjukkan bahan yang berbeda digunakan untuk membuatnya," katanya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Turbulensi Kepercayaan dalam Teropong Nobel Ekonomi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:16

Jadi Tersangka KPK, Bupati Klaten Didepak PDIP

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:45

Kapolri Rangkul Ulama Jatim untuk Jaga Kamtibmas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:32

Ilham Habibie hingga Chappy Hakim Dianugerahi Golden PIN INACA

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:02

DPR: Kehadiran Kapolri di BEI Sinyal Negara Serius Menegakkan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 20:33

Ketua Gappura Minta DPR Turun Tangan Mediasi PHK dan GHS di Krakatau Steel

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:35

Walhi Soroti Tanggung Jawab Lintas Sektor dalam Penanganan Karhutla

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:28

Kementerian UMKM Pulihkan 908 Usaha Terdampak Bencana di Sumatera

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:51

Komjak Diminta Turun Tangan Teliti JPU di Kasus Febrie

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:30

Surati Presiden Prabowo, YLKI Minta Menteri Bahlil Dicopot

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 17:49

Selengkapnya