Berita

Kondisi hutan Aceh lewat pantauan satelit/Ist

Nusantara

Banjir Kerap Landa Aceh Akibat Kerusakan Hutan yang Tak Terkendali

JUMAT, 03 FEBRUARI 2023 | 15:31 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Tingginya frekuensi banjir yang melanda Aceh belakangan ini disebabkan oleh semakin lajunya kerusakan hutan (deforestasi). Sehingga kemampuan hutan menampung air hujan menjadi rendah.

Demikian disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Ilyas, melalui keterangannya kepada Kantor Berita RMOLAceh, Jumat (3/2).

“BMKG pada awal 2023 memang sudah memberi peringatan tingginya frekuensi hujan di beberapa wilayah Aceh, namun bencana banjir juga bisa terjadi akibat perambahan hutan dan pembalakan liar yang tidak terkendali,” kata Ilyas.


Ilyas menjelaskan, banjir di Aceh merupakan akumulasi dari dampak lingkungan hidup yang terjadi dari hulu, maupun hilir. Sehingga masyarakat perlu diberi edukasi tentang bencana banjir.

“Apa dampak yang ditimbulkan dan bagaimana harus bersikap dalam menghadapi bahaya banjir,” sebutnya.

Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) sendiri mencatat provinsi Serambi Mekah itu dilanda 49 kali bencana pada awal tahun ini. Total kerugian mencapai Rp 8 miliar.

“Frekuensi kejadian banjir dan longsor paling banyak terjadi. Banjir 16 kali dan longsor 14 kali,” tutur Ilyas.

Ilyas menambahkan, bencana ketiga yang paling sering terjadi adalah kebakaran permukimanan, yaitu sebanyak 12 kali. Lalu, banjir dan longsor 4 kali. Selanjutnya, kebakaran hutan dan lahan (kahutla) 2 kali, dan gempa bumi sekali kejadian.

Ilyas menjelaskan, banjir besar berulang dua kali terjadi di Aceh Tamiang. Yaitu, pada 16 Januari dan 21 Januari lalu. Bencana ini merenggut nyawa dua orang.

Berdasarkan data dimiliki BPBA, banjir di Aceh Tamiang tersebar di 30 desa pada 12 kecamatan dan merendam 595 rumah. Korban terdampak sebanyak 4.447 KK atau 14.486 jiwa dengan total pengungsi 2.994 orang.

“Dalam kejadian ini, prakiraan kerugian mencapai (Rp) 22 miliar,” ujar dia.

Kemudian, banjir di Aceh Utara, 20 Januari lalu. Total pengungsi mencapai 6.229 orang. Banjir ini tersebar di 84 desa pada tujuh kecamatan, korban terdampak sebanyak 5.147 KK atau 18.154 jiwa.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Diburu Kolektor, BI Cetak Lagi Rupiah Tanda Tangan Purbaya

Jumat, 25 September 2026 | 00:17

DPRD DKI: Perkuat Fungsi Edukasi dan Kebudayaan di TIM

Jumat, 25 September 2026 | 00:04

Pelunasan BLBI Jadi Tonggak Penyelesaian Krisis 1997-1998

Kamis, 24 September 2026 | 23:37

Tim Hukum: Tak Ada Saksi Sebut Heri Susanto Terima Suap

Kamis, 24 September 2026 | 23:19

Sufmi Dasco akan Kukuhkan Pengurus APKLI Merah Putih

Kamis, 24 September 2026 | 23:00

Tagihan Cicilan Kopdes Merah Putih Rp37,7 Triliun Jatuh Tempo Besok

Kamis, 24 September 2026 | 22:59

Warisan Kwik Kian Gie untuk Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 22:48

DPR Minta Basarnas Lanjutkan Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 24 September 2026 | 22:26

Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama

Kamis, 24 September 2026 | 22:23

Menko Yusril Pastikan Media Bebas Meliput di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 22:11

Selengkapnya