Berita

Teddy Minahsa saat kenakan rompi tahanan Kejaksaan Negeri Jakarta Barat digiring ke mobil tahanan/Ist

Hukum

Bacakan Nota Keberatan, Pengacara Ungkit Karir Irjen Teddy Minahasa Pernah Ajudan Wapres

KAMIS, 02 FEBRUARI 2023 | 21:59 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Tim Kuasa hukum mantan Kapolda Sumatera Barat Irjen Teddy Minahasa membacakan nota keberatan atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum terkait kasus dugaan peredaran narkoba di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Kamis (2/2).

Menurut pengacara, Teddy mengaku tidak habis pikir ada orang yang dengan terstruktur menamatkan kariernya lewat kasus narkoba ini. Terlebih pengacara menilai, tidak ada barang bukti narkoba jenis sabu saat Teddy diamankan oleh penyidik.

Dikatakan Kuasa hukum Teddy, dalam dakwaan yang disusun penuntut umum harus berdasarkan berkas penyidikan. Di sisi lain, justru ditemukan fakta hukum bahwa barang bukti narkotika tidak pernah ditemukan pada diri Teddy.


"Namun terdakwa justru dipaksakan untuk dihadapkan dengan pasal-pasal penyalahgunaan narkotika, sehingga cukup beralasan bagi terdakwa untuk mempertanyakan siapakah yang ingin menamatkan karier cemerlang terdakwa?" kata tim kuasa hukum Teddy.

Tidak sampai di situ, tim pengacara Teddy juga sedikit menjabarkan karir kedinasan yang pernah diemban oleh Teddy selama 30 tahun menjadi anggota Polri.

Diungkapkan kuasa hukumnya, Teddy adalah pengawal pribadi calon presiden Joko Widodo dan ajudan Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla yang tentunya melalui proses seleksi dan profiling yang cukup ketat dan mendalam.

"Bahwa terdakwa sebelumnya telah menjabat 2 kali Kapolda, yaitu Kapolda Banten dan Kapolda Sumbar, serta pernah pula menjabat sebagai Wakapolda Lampung," ucap pengacara.

Terlebih, Teddy disebut pernah pula menjabat sebagai Staf Ahli Kapolri yang secara khusus juga pada masa itu menjadi Pimpinan Tim Khusus untuk melakukan penangkapan penyelundupan Narkotika di Laut China Selatan.

Pun juga mendapat gelar tanda jasa dan gelar kehormatan Bintang Bhayangkara Nararya tahun 2018 dan Bintang Bhayangkara Pratama tahun 2020.

"Kedua Tanda Jasa dantanda kehormatan tersebut dianugerahkan kepada seseorang yang selama 25 tahun berturut-turut berkarir di Polri tanpa ada cacat," kata Pengacara Teddy.

Lanjut Pengacara, jelas kasus ini tidak mencerminkan Teddy yang diklaimnya memiliki segudang prestasi.

Teddy pun sebelumnya didakwa oleh Jaksa dengan menawarkan, membeli, menjual dan menjadi perantara narkotika golongan I bukan tanaman jenis sabu hasil barang sitaan seberat lebih dari 5 gram serta disangkakan dengan Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 55 UU Republik Indonesia 35/2009 tentang Narkotika.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya