Berita

Bakal calon presiden, Anies Baswedan, diingatkan tidak salah pilih pendamping untuk Pilpres 2024/Net

Politik

Anies Baswedan Bisa Keok Kalau Salah Pilih Cawapres

RABU, 01 FEBRUARI 2023 | 14:59 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diharapkan tidak salah langkah dalam memilih calon wakil presiden untuk mendampinginya bertarung pada Pilpres 2024 mendatang. Karena pilihan tersebut akan ikut menentukan sukses tidaknya Anies menjadi orang nomor satu di republik ini.

“Anies juga akan dapat tergelincir bila salah memilih cawapresnya. Saat ini yang terlihat bersaing mendampinginya hanya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ahmad Heryawan (Aher),” ujar pengamat politik dari Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (1/2).

Jika dua sosok itu dibandingkan, menurut Jamiluddin, elektabilitas AHY jauh lebih tinggi daripada Aher. Oleh karena itu, AHY lebih berpeluang mendongkrak suara bagi Anies daripada Aher.


“Bila Anies berpasangan dengan AHY, maka mereka sangat kompetitif. Pasangan ini akan berpeluang menang bila berhadapan dengan pasangan capres yang diusung koalisi lainnya,” tutur Jamiluddin.

Namun, lanjut Jamiluddin, kalkulasi itu hanya berlaku kalau partai yang tergabung dalam Koalisi Perubahan bekerja maksimal. Begitu juga relawan yang ada di belakang Anies.

“Variabel itu dapat mengubah arah pertarungan, karena PDIP punya mesin politik yang militan. Mereka dapat membalikkan keadaan sehingga dukungan terhadap pasangan capres yang diusung naik berlipat ganda. Hal itu dapat membuat Anies kalah dalam konstestasi Pilpres 2024,” demikian Jamiluddin.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Pramono Klaim 96 Persen Warga Ingin CFD Rasuna Said Berlanjut

Minggu, 07 Juni 2026 | 10:20

Garuda Institute Minta BGN Utamakan Kualitas daripada Kuantitas

Minggu, 07 Juni 2026 | 10:12

Balas Serangan AS, Iran Gempur Pangkalan Bahrain dan Kuwait

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:58

Ditjenpas Benahi Overkapasitas dan Tingkatkan Keamanan Lapas

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:54

Paus Leo XIV Sebut Perang AS-Iran Tidak Adil

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:11

Bukan Sekadar Ganti Pejabat, Reshuffle Kabinet Harus Pulihkan Ekonomi

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:00

Bupati Pati Sudewo Ditahan di Rutan Semarang Jelang Sidang Dua Perkara

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:56

Suhud Alynudin Akan Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Senin Besok

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:27

Koperasi Didorong Masuk Ekosistem Industri Gula

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:02

Gus Salam Serap Aspirasi Nahdliyin Sulsel Jelang Muktamar NU

Minggu, 07 Juni 2026 | 07:52

Selengkapnya