Berita

Sekretaris Jenderal NATO Jen Stoltenberg duduk untuk berdiskusi dengan Menteri Luar Negeri Park Jin dari Korea Selatan selama kunjungannya ke Seoul pada 29 Januari 2023/Net

Dunia

Peneliti: Kunjungan Stoltenberg ke Korsel dan Jepang Menghasut Terciptanya NATO Versi Asia

RABU, 01 FEBRUARI 2023 | 08:48 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kunjungan  Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg ke Korea Selatan dan Jepang baru-baru ini  menjadi sorotan Korea Utara dengan seorang peneliti mengatakan kunjungan  itu akan menjadi konfrontasi baru.

Kim Tong Myong, seorang peneliti Society for International Politics Study di Korea Utara, mengatakan dalam artikel yang dimuat oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA),  bahwa perjalanan Sekjen NATO Jens Stoltenberg ke Asia Timur Laut tampaknya ditujukan untuk "menghasut " terciptanya NATO versi Asia.

“Kepala tinggi organisasi militer yang mengubah Ukraina menjadi teater perang proksi, sedang terbang ke wilayah Asia-Pasifik belahan timur melintasi laut dan darat, yang bahkan bukan bagian dari lingkup operasionalnya. Fakta ini sendiri menimbulkan kekhawatiran,” tulis Kim.


NATO telah lama melakukan upaya gigih untuk memperluas lingkup pengaruhnya yang terbatas pada pertahanan Eropa ke kawasan Asia-Pasifik, yang telah menjadi pusat strategis dunia.

Kim menguraikan beberapa peristiwa, seperti NATO yang menggelar latihan militer bersama negara-negara anggota dengan  memperkenalkan angkatan bersenjatanya termasuk kapal induk dan pesawat tempur. Itu dilakukan dengan dalih menentang apa yang disebut "perubahan status quo dengan kekuatan", menurut Kim.  

NATO  juga mempertimbangkan untuk memperluas pengaruhnya ke kawasan Asia-Pasifik dengan cara memperluas dan memperkuat kerja sama dengan sekutu keamanan eksklusif seperti AUKUS, Quad, dan Five Eyes.

"Secara khusus, NATO telah memacu penguatan hubungan bilateral dengan Korea Selatan dan Jepang dalam beberapa tahun terakhir, yang belum pernah terjadi sebelumnya, menganggap mereka sebagai penghubung utama dalam mewujudkan ambisinya untuk hegemoni," kata Kim.

Kunjungan NATO ke Korea Selatan dan Jepang bukan saja dilakukan baru-baru ini, Pada April dan Juni tahun lalu NATO juga melakukan kunjungan serupa yang disebutnya untuk membahas kemitraan dan kerja sama militer yang lebih erat. Kemudian pada akhir Juni, Korea Selatan dan Jepang berpartisipasi dalam KTT NATO di Madrid Spanyol untuk pertama kalinya.

Korea Selatan menandatangani kontrak penjualan besar untuk senjata termasuk tank berat, senjata self-propelled dan pesawat tempur senilai puluhan miliar dolar AS dengan Polandia, negara anggota NATO. Lalu,  Jepang setuju untuk bersama-sama mengembangkan pesawat tempur generasi berikutnya dengan Inggris dan Italia.

"Ini jelas membuktikan sejauh mana niat jahat NATO untuk menggunakan Korea Selatan dan Jepang untuk memperluas pengaruhnya telah tercapai." kata Kim.

"NATO, yang menetapkan Rusia sebagai ancaman terbesar dan langsung, dan China sebagai tantangan sistematis dalam 'konsep strategis' barunya tahun lalu, kini secara terbuka merentangkan tangannya ke Korea Selatan dan Jepang. Tujuannya cukup jelas," tambah Kim.

Hanya masalah waktu perangkat keras militer Korea Selatan dan Jepang yang mengalir ke NATO terlihat di medan perang Ukraina, menurut Kim.

Korea Selatan dan Jepang yang mencoba mengurus urusan mereka sendiri dengan mengundang tamu tak diundang ke wilayah tersebut harus menyadari dengan baik bahwa mereka semakin dekat dengan krisis keamanan yang ekstrim, jauh dari meredam kegelisahan keamanan.

"Negara-negara kawasan dan komunitas internasional harus tetap waspada terhadap seringnya langkah NATO menuju Asia-Pasifik," tutup Kim.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Bukan Indonesia yang Bebaskan Flotilla dari Israel

Sabtu, 23 Mei 2026 | 01:30

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Asosiasi Dosen Tuntut Gaji Minimal Dua Kali Lipat UMP

Senin, 25 Mei 2026 | 12:20

Zulhas Jangan Limpahkan Salah Nama Desa ke Bawahan

Senin, 25 Mei 2026 | 12:19

Fraksi Gerindra Apresiasi Pemulangan 9 WNI, Sebut Bukti Efektivitas Diplomasi RI

Senin, 25 Mei 2026 | 12:04

Dolar Kabur, Mafia Makmur

Senin, 25 Mei 2026 | 12:00

Rencana Jokowi Keliling Indonesia Diduga Terkait Dinamika Politik 2029

Senin, 25 Mei 2026 | 11:55

Kiai Imam Jazuli Perkuat Inovasi Pesantren Lewat Workshop Nasional

Senin, 25 Mei 2026 | 11:52

Pengamat Soroti Dampak Zulhas Salah Informasi ke Presiden

Senin, 25 Mei 2026 | 11:44

GOR Tri Lomba Juang Bakal Direhabilitasi Standart World Athletics Certification System

Senin, 25 Mei 2026 | 11:41

Awal Pekan, Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp81 Ribu per Kg

Senin, 25 Mei 2026 | 11:39

LOFF 2026 Dorong Kota Semarang Jadi Pusat Ekosistem Sinema Dunia

Senin, 25 Mei 2026 | 11:31

Selengkapnya