Berita

Petr Pavel/Net

Dunia

Presiden Terpilih Ceko Siap Tingkatkan Kerja Sama dengan Taiwan

SELASA, 31 JANUARI 2023 | 09:53 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dukungan kuat pada demokrasi Taiwan disampaikan Presiden terpilih Ceko Petr Pavel saat berbicara melalui telepon dengan Presiden Tsai Ing-wen pada Senin malam (30/1) waktu setempat.

Juru Bicara Kantor Kepresidenan Taiwan Lin Yu-chan mengatakan Tsai berbicara dengan Pavel selama 15 menit dalam suasana yang harmonis, menambahkan bahwa Menteri Luar Negeri Joseph Wu juga hadir dalam percakapan tersebut.

Lin mengutip Pavel yang memberi tahu Tsai bahwa Taiwan adalah mitra yang dapat dipercaya, menambahkan bahwa Republik Ceko berdiri teguh di sisi demokrasi dan mendukung Taiwan dalam mempertahankan sistem demokrasi yang hidup bebas dari paksaan otoriter.


"Republik Ceko akan meningkatkan kerja sama dengan Taiwan dalam semua aspek," kata Lin, seperti dikutip dari Taipei Times, Selasa (31/1).

Percakapan tingkat tinggi antara pemimpin dunia dengan Taiwan merupakan suatu yang jarang terjadi. Banyak dari mereka menghindari interaksi publik dengan Taiwan dan presidennya dengan alasan tidak ingin memprovokasi China, ekonomi terbesar kedua di dunia.

Sebelumnya dalam wawancara dengan Radio Ceko, Pavel mengatakan dia akan mendukung hubungan negaranya dengan Taiwan, investor besar di Republik Ceko.

Sementara mengakui prinsip satu China, para pejabat Ceko telah membina hubungan dekat dengan Taiwan. Pavel mengatakan kebijakan "satu China" harus dilengkapi dengan prinsip "dua sistem".

“Tidak ada salahnya kita menjalin hubungan khusus dengan Taiwan yang sistemnya lain,” kata Pavel.

“Jelas merupakan kepentingan kami untuk mempertahankan bisnis aktif dan mungkin juga hubungan ilmiah dengan Taiwan," tambahnya.

Pavel, seorang pensiunan jenderal yang menjabat sebagai Kepala Komite Militer NATO dari 2015 hingga 2018, mengalahkan miliarder populis Andrej Babis dalam putaran pemilihan presiden yang betlangsung pada Sabtu pekan lalu.

Dia dijadwalkan mengambil sumpah jabatan pada 9 Maret dan menggantikan Presiden Ceko Milos Zeman, yang mempromosikan hubungan persahabatan dengan China dan Rusia hingga Moskow menginvasi Ukraina pada Februari tahun lalu.

Populer

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

Bareskrim Bongkar Tempat Jual Beli Ekstasi di Tempat Hiburan Malam

Rabu, 18 Maret 2026 | 03:59

Ekonom Sambut Baik Kerja Sama RI-Jepang soal Energi Hijau

Rabu, 18 Maret 2026 | 03:45

NKRI di Persimpangan Jalan

Rabu, 18 Maret 2026 | 03:13

Legislator Kebon Sirih Bareng Walkot Jakbar Sidak Terminal Kalideres

Rabu, 18 Maret 2026 | 02:50

Menhan: Masyarakat Harus Benar-benar Merasakan Kehadiran TNI

Rabu, 18 Maret 2026 | 02:25

RI Siapkan Tameng Hadapi Investigasi Dagang AS

Rabu, 18 Maret 2026 | 02:08

Kemenhub Tegaskan Penerbangan ke Luar Negeri Tetap Beroperasi

Rabu, 18 Maret 2026 | 01:50

Teheran Diserang Lagi, Israel Klaim Bunuh Dua Pejabat Tinggi Iran

Rabu, 18 Maret 2026 | 01:30

Sopir Taksi Daring Lapor Polisi Usai Dituduh Curi Akun Mobile Legend

Rabu, 18 Maret 2026 | 01:10

BI Beri Sinyal Tidak Akan Pangkas Suku Bunga Imbas Gejolak Global

Rabu, 18 Maret 2026 | 00:50

Selengkapnya