Berita

Penyidik mengamankan sejumlah dokumen dari penggeledahan dari Kantor PTBA dan PT BMI di Jakarta/Repro

Nusantara

Bidik Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Akuisisi Anak Usaha PTBA, Kejati Sumsel Geledah Kantor Jakarta hingga Periksa Mantan Sekper dan Dirut

KAMIS, 26 JANUARI 2023 | 10:49 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel makin serius menggarap dugaan korupsi akuisisi anak usaha PT Bukit Asam (PTBA). Bahkan Korps Adhyaksa sudah membidik tersangka dalam kasus ini.

Informasi yang dihimpun Kantor Berita RMOLSumsel, untuk merampungkan penyelidikan dan penyidikan, tim Kejati Sumsel telah melakukan penggeledahan di dua tempat. Yakni di kantor PTBA dan kantor PT Bukit Multi Investama (BMI) di Jakarta beberapa hari lalu.

Hasilnya, tim penyidik menemukan sejumlah dokumen yang berkaitan dengan kasus ini dan dibawa ke Palembang. Total ada sekitar 60 dokumen yang diamankan oleh penyidik di Jakarta. Hal ini dibenarkan oleh Kasi Penkum Kejati Sumsel, Mohd Radyan, Rabu (25/1).


"Ini merupakan tindak lanjut dari (pemeriksaan dan penggeledahan) sebelumnya. (Sewaktu) di Tanjung Enim, mereka bilang dokumen ada di Jakarta, itu sebabnya kita tindaklanjuti," terang Radyan.

Sebelum ke Jakarta, penyidik Kejati Sumsel telah melakukan pemeriksaan dan penggeledahan di Kantor Pusat PTBA dan PT Satria Bahana Sarana, di Tanjung Enim, Rabu lalu (11/1).

"Untuk sementara kita ambil dulu dokumen itu untuk dipelajari. Dari dokumen itu, nanti akan kita tentukan lagi setelah kita tahu faktanya seperti apa," imbuhnya.

Radyan juga memastikan Kejati Sumsel serius menggarap kasus yang melibatkan petinggi perusahaan pelat merah ini. Penyidik, menurt Radyan, bekerja secara profesional dan proporsional secara simultan, sampai nanti akhirnya penyelidikan dan penyidikan umum ini statusnya meningkat hingga penetapan tersangka.

"Kita masih berproses, penyidikan itu mencari alat bukti untuk menentukan siapa tersangkanya. Sekarang kita sudah menyadari hal ini ada unsur tindak pidananya, tapi alat buktinya apa? Makanya, kalau kita sudah dapat alat bukti, nanti ditentukan tersangkanya," tandas Radyan.

Mantan Sekper PTBA dan Dirut PT SBS Kembali Diperiksa

Sementara itu, Jaksa Penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sumsel juga kembali memanggil sejumlah saksi terkait proses akuisisi PT SBS ini.

Di antara pihak yang dipanggil untuk dimintai keterangannya itu, terdapat mantan Sekretaris Perusahaan PTBA, Joko Pramono, yang menjabat pada masa proses akuisisi yang bermasalah ini.

Selain Joko, dua Direktur PT SBS ikut diperiksa pada Rabu (25/1) di lantai 6 Gedung Kejati Sumsel itu.

"JP mantan Sekper PTBA yang menjabat tahun 2012-2015. Ir DS mantan Dirut PT SBS tahun 2014 dan HI yang juga mantan Dirut PT SBS tahun 2014," papar Kasi Penkum Kejati Sumsel, Mohd Radyan.

Keterangan tiga orang saksi tersebut akan digunakan oleh penyidik untuk melengkapi alat bukti dalam kasus ini.

Dalam penelusuran Kantor Berita RMOLSumsel, proses akuisisi anak usaha PTBA ini dianggap merugikan negara puluhan sampai ratusan miliar.

Itu sebabnya, menurut Radyan, masih terbuka kemungkinan bagi penyidik untuk melakukan pemanggilan tambahan sebelum penetapan tersangka dalam kasus ini.  

Berdasarkan penelusuran Kantor Berita RMOLSumsel, PTBA mendirikan PT Bukit Multi Investama (BMI) pada 9 September 2014. PT BMI ini dibentuk sebagai “vehicle” untuk mengelola bisnis-bisnis pendukung di luar bisnis inti PTBA.

Belum genap dua bulan didirikan, PT BMI berhasil mengakuisisi PT Bumi Sawindo Permai (BSP) pada 17 Oktober 2014 dengan kepemilikan saham hampir 100 persen.

Pemegang saham BSP, PT Mahkota Andalan Sawit (pemilik 99,998 persen saham) dan Mily (pemegang 0,002 persen saham), telah menyetujui menjual seluruh saham kepada PT BMI.

Nilai transaksi penjualan saham tersebut sebesar Rp861,38 miliar, dengan tata cara pembayaran yang telah disepakati.

Adapun bidang usaha yang dijalani PT BSP adalah perkebunan kelapa sawit beserta pengolahannya. PT BSP saat ini beroperasi di atas lahan HGU perkebunan seluas 8.345,90 hektare dan HGB seluas 346 ribu meter persegi.

Selanjutnya untuk melengkapi portofolio yang berkaitan dengan bisnis inti induk, PT BMI juga mengakuisisi PT Satria Bahana Sarana (SBS) pada 25 Januari 2015.

BMI memiliki 95 persen saham dalam kepemilikan perusahaan ini. PT SBS bergerak di bidang usaha kontraktor pertambangan guna rental alat. Proses akuisisi PT SBS inilah yang diduga kuat bermasalah yang menimbulkan kerugian negara.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya