Berita

Ketua GNIJ, Fery Radiansyah/RMOLJabar

Politik

Optimistis Ridwan Kamil Capres, GNIJ Bakal Dorong Bersanding dengan Sandiaga Uno

MINGGU, 22 JANUARI 2023 | 00:19 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Langkah Ridwan Kamil bergabung dengan Partai Golkar dinilai sejalan dengan sikap Gerakan Nasional Indonesia Juara (GNIJ) yang mendorong orang nomor satu di Jawa Barat tersebut untuk manggung di pentas nasional.

Sebagai relawan dan organisasi yang didirikan Ridwan Kamil, GNIJ menyambut baik dan memastikan tetap solid mendukung Gubernur Jawa Barat itu untuk menjadi calon presiden (capres) pada Pilpres 2024.

"Apapun partainya, bagi kami harga mati Kang RK (Ridwan Kamil) harus masuk di pentas nasional (Pilpres)," ujar Ketua GNIJ, Fery Radiansyah, di Bandung, Sabtu (21/1).


Usai berlabuh ke Partai Golkar, Fery menyebut banyak ormas-ormas yang menyatakan ingin membantu GNIJ. Atas dasar itu, GNIJ pun akan mulai melakukan kerja-kerja politik, dan menyosialisasikan Ridwan Kamil di seluruh provinsi di Indonesia.

"Perlu disampaikan juga bahwa momentum ini tidak akan dua kali, jadi kerja keras kami tidak akan pernah luntur sampai titik darah penghabisan," kata dia, dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

Fery juga meyakini Ridwan Kamil akan diusung menjadi capres pada Pilpres mendatang. Oleh karena itu, GNIJ saat ini tengah mencoba untuk menyandingkan Ridwan Kamil dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno.

"Kita lihat KIB (Koalisi Indonesia Bersatu) akan bagaimana akhirnya, kami sudah punya feeling dan punya langkah-langkah untuk menyandingkan mereka (Ridwan Kamil-Sandiaga Uno)," tuturnya.

Disinggung kemungkinan Ridwan Kamil ditempatkan Partai Golkar di Pilkada DKI Jakarta, Fery menilai hal tersebut sebagai dinamika politik. Namun jika benar dicalonkan di Jakarta, ia meyakini dampaknya akan dirasakan partai.

"Kalau men-downside Ridwan Kamil menjadi calon (Gubernur) DKI, dampaknya ke partai juga. Kami percaya partai ingin besar dan partai telah mengkalkulasi peluang yang bisa diraih," tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya