Berita

Ilustrasi uang/Net

Politik

PPATK Antisipasi Dana Kejahatan Lingkungan Mengalir ke Parpol di 2024

KAMIS, 19 JANUARI 2023 | 17:06 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Temuan yang diperoleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) tentang dana hasil kejahatan lingkungan bermodus investasi hijau atau green financial crime mengalir ke partai politik (parpol) di masa lalu menjadi salah satu yang diantisipasi agar tidak terulang.

Pelaksana tugas (Plt) Deputi Analisis dan Pemeriksaan PPATK, Danang Tri Hartono menjelaskan, nilai uang hasil kejahatan lingkungan yang mengalir ke parpol nilanya mencapai triliunan rupiah.

"Luar biasa terkait GFC (green financial crime), ada yang mencapai Rp 1 triliun (untuk) satu kasusnya. Dan itu alirannya ke mana? Ada yang ke anggota partai politik," ujar Danang dalam Rapat Koordinasi Tahunan PPATK di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (19/1).


Sebagai contoh, Danang menyebutkan sumber-sumber dana kejahatan lingkungan yang mengalir ke parpol berasal dari aktivitas pembalakan liar, illegal mining, hingga illegal fishing.

"Itu di pengalaman-pengalaman sebelumnya memang terbukti seperti itu. Tadi yang disampaikan ketua Bawaslu juga ada beberapa bukti aliran sumber dana itu berasal dari aktivitas politik," urainya.

"Termasuk salah satunya green financial crime, seperti pembalakan liar tadi yang saya sampaikan," demikian Danang menambahkan.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Polda Metro Minta Insan Pers Imbangi Kecepatan Medsos

Senin, 09 Februari 2026 | 22:00

Pemprov Sultra Agendakan Mediasi Kedua Konflik Yayasan Unsultra

Senin, 09 Februari 2026 | 21:40

Ketua DPW PPP Kalteng Diberhentikan Usai Nyatakan Dukung Prabowo

Senin, 09 Februari 2026 | 21:36

MPR Ajak Masyarakat Perkuat Literasi Kebangsaan Agar Tak Mudah Diprovokasi

Senin, 09 Februari 2026 | 21:22

Mahfud Pastikan Tim Reformasi Tidak Giring Polri di Bawah Kementerian

Senin, 09 Februari 2026 | 21:16

KPK Dalami Informasi Keterlibatan Lasarus Dkk di Kasus Suap DJKA

Senin, 09 Februari 2026 | 20:52

Menkop Resmikan Toko Rakyat Serba Ada di Kubu Raya

Senin, 09 Februari 2026 | 20:41

Istana Belum Serahkan Supres Calon Pimpinan OJK ke DPR

Senin, 09 Februari 2026 | 20:38

7 Tradisi Imlek di Indonesia, Bukan Cuma Berbagi Angpau

Senin, 09 Februari 2026 | 20:29

Legislator Golkar Dorong Sertifikasi Halal Juru Potong Ayam Dapur MBG

Senin, 09 Februari 2026 | 20:26

Selengkapnya