Berita

Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu, 1 Oktober 2022/Net

Publika

Ironi Sepak Bola Kita

OLEH: NOVIYANTO AJI*
JUMAT, 13 JANUARI 2023 | 16:13 WIB

SEORANG teman bertanya, bagaimana masa depan sepak bola Indonesia ke depannya. Itu kekhawatiran teman setelah mendengar kompetisi Liga 2 dan Liga 3 tidak digulirkan.

Wajar teman khawatir. Karena keponakannya dimasukkan ke salah satu klub sepak bola. Mungkin juga banyak orangtua merasakan hal sama. Ketika anaknya memiliki bakat dan diikutkan ke klub bola, harapannya kelak si anak akan menjadi pesepak bola nasional. Membela negara. Mengenakan seragam kebesaran Merah Putih dengan logo Garuda di dada. Membuat para orangtua bangga.

Apalagi puncak karier pesepak bola adalah ketika dia bermain di Piala Dunia. Indonesia sendiri pernah ikut Piala Dunia sekali, yaitu pada 1938 di Prancis dengan nama Hindia Belanda.


Pada masa itu, Indonesia menjadi tim Asia pertama yang berlaga dalam Piala Dunia FIFA. Dalam pertandingan pertama, Indonesia kalah dari Hongaria dengan skor 6-0. Saat itu sistem turnamen menganut knock out. Tim yang kalah langsung gugur.

Yang menjadi ironi justru saat ini. Ketika Indonesia terpilih menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 20 Mei mendatang, PSSI melalui rapat Komite Eksekutif (Exco), pada Kamis (12/1/2023), justru membuat keputusan tidak menggulirkan kompetisi Liga 2 musim 2022/2023 dan Liga 3.

Alasannya, ada permintaan dari sebagian besar klub Liga 2 yang menginginkan kompetisi tersebut tidak bisa dilanjutkan. Namun ada yang bilang bahwa tidak digulirkannya Liga 2 karena pelaksanaan kompetisi jauh dari kesiapan, mengingat baru saja terjadi tragedi Kanjuruhan yang memilukan.

Sekadar diketahui, Liga 2 2022/2023 diikuti oleh 28 yang terbagi ke dalam tiga Grup. Ada wilayah Barat (9 tim), Tengah (10 tim), dan Timur (9 tim). Liga 2 sendiri sudah melakoni tujuh pekan kompetisi.

Kalau memang alasannya karena tragedi Kanjuruhan, kenapa tidak sekalian saja menghentikan Liga 1. Toh, tragedi Kanjuruhan terjadi di kompetisi Liga 1. Atau jangan-jangan ada tekanan dari pihak sponsor Piala Dunia U-20. Pasalnya, enam stadion sudah disiapkan. Dana besar telah dikeluarkan agar stadion tersebut memenuhi standar FIFA. Sementara bila Liga 2 digulirkan, maka harus selesai sebelum Piala Dunia U-20 digulirkan.

Intervensi dari sponsor Piala Dunia U-20 bukan hal baru. Antara politik dan olahraga bertemu sudah pernah terjadi di Piala Dunia  2022 di Qatar yang baru selesai digelar.

Terpilihnya Qatar sebagai tuan rumah membawa banyak masalah. Qatar menjadi satu-satunya tuan rumah Piala Dunia yang biasa diselenggarakan bulan Juni-Juli, digeser menjadi bulan November-Desember.

Dengan kata lain, Piala Dunia Qatar digelar di tengah kompetisi Eropa sedang berjalan. Maka wajar bila asosiasi sepak bola Eropa menganggap hal ini mengganggu agenda-agenda rutin mereka.

Sejak negara super kaya itu ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 hingga berhasil mengintervensi jadwal liga-liga di Eropa, tuduhan penyuapan banyak disematkan terhadap pejabat FIFA.

Jika Piala Dunia saja bisa diintervensi, maka mudah bagi sponsor menghentikan kompetisi di negara-negara berkembang yang sepak bolanya masih carut-marut, yang pejabatnya gampang disuap, atau infrastruktur mereka yang terbatas seperti Indonesia.

Selain menghentikan Liga 2 dan Liga 3, rapat Exco PSSI juga memutuskan Liga 1 BRI 2022/2023 tetap bergulir dengan catatan tanpa degradasi. Entah bagaimana nasib ke depan sepakbola Indonesia. Entah bagaimana juga hitung-hitungannya bila sepakbola tanpa degradasi.

Yang lucu, keputusan siapa klub yang nantinya mewakili Indonesia di kompetisi AFC musim 2023/2024 akan diambil lewat pertandingan play-off antara lain juara Liga 1 musim 2021/2022 dan juara Liga 1 musim 2022/2023.

Tidak digulirkannya Liga 2 dan Liga 3 dan tetap mempertahankan Liga 1 tanpa degradasi, tentu membuat kerugian sangat besar bagi perkembangan sepak bola tanah air. Banyak pesepak bola muda bertalenta terancam kariernya.

Jika alasannya Liga 2 harus selesai sebelum Piala Dunia U-20 digulirkan, seharusnya bisa dicarikan solusi tanpa menghentikan kompetisi. Ini kesannya bakat-bakat muda Indonesia sengaja 'dikorbankan' demi kepentingan lebih besar yang tidak berfaedah, apalagi pengorbanan itu dilandasi cuan.

Sampai kapan pun sepakbola tanah air tidak akan maju, bukan karena  pemainnya, bukan karena pelatihnya, melainkan karena pejabat-pejabatnya yang tidak becus mengelola sepak bola.

Selalu menjadikan sepakbola seperti barang dagangan. Bila laku dipoles terus menerus selama dapat mengeruk pundi-pundi uang. Bila tidak laku ya dibuang. Sebaliknya, bila dagangan itu ada masalah seperti tragedi Kanjuruhan, semua lepas tangan.

*Penulis adalah Wartawan Kantor Berita RMOL Jatim

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

UPDATE

DPR Minta Evaluasi Perlintasan Usai Insiden Tabrakan Argo Bromo-KRL

Selasa, 28 April 2026 | 00:15

KRL Sempat Menabrak Taksi Sebelum Diseruduk KA Argo Bromo

Selasa, 28 April 2026 | 00:04

Kedaulatan Data RI jadi Sorotan di Tengah Gejolak Geopolitik

Senin, 27 April 2026 | 23:46

Tim SAR Berjibaku Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 23:24

Kereta Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur, KAI Masih Investigasi

Senin, 27 April 2026 | 23:10

Heboh Anggaran Baju Dinas Pemprov Sumsel Tembus Rp3 Miliar

Senin, 27 April 2026 | 22:30

Kuasa Hukum Thio: Jangan Korbankan Terdakwa Atas Kesalahan Negara

Senin, 27 April 2026 | 22:28

Rocky Terkekeh Dengar Candaan Prabowo Soal “Disiden” di Istana

Senin, 27 April 2026 | 22:11

Kejati Sumut Geledah Kantor Satker Perumahan Usut Dugaan Korupsi Proyek Rusun

Senin, 27 April 2026 | 22:11

KAI Fokus Evakuasi Penumpang di Stasiun Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 22:06

Selengkapnya