Berita

Kejati Sumatera Selatan/RMOLSumsel

Hukum

Dalami Dugaan Korupsi Akuisisi Saham, Kejati Sumsel Periksa Mantan Dirut PTBA

SELASA, 10 JANUARI 2023 | 19:39 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel memeriksa mantan Direktur Utama (Dirut) PTBA Emil Milawarma untuk mendalami kasus dugaan korupsi akuisisi anak usaha perusahaan tambang plat merah itu.

Dalam pemeriksaan digelar di Gedung Kejati Sumsel, mantan direktur pengembangan usaha PTBA, Anung Dri Prasetya juga dikabarkan turut diperiksa.

Pantauan Kantor Berita RMOLSumsel di Kejati Sumsel pada Selasa (10/1), pemeriksaan berlangsung di Bidang Tindak Pidana Khusus. Milawarma diketahui menjabat sebagai Dirut PTBA yang menjabat hingga 2016. Di masa kepemimpinannya itulah terjadi proses akuisisi yang diduga bermasalah itu.


Sebelumnya, berdasarkan penelusuran Kantor Berita RMOLSumsel PTBA mendirikan PT PT Bukit Multi Investama (BMI) pada 9 September 2014. PT BMI dibentuk sebagai “vehicle” untuk mengelola bisnis-bisnis pendukung di luar bisnis inti PTBA.

Belum genap dua bulan didirikan, PT BMI berhasil mengakuisisi PT Bumi Sawindo Permai (BSP) pada 17 Oktober 2014 dengan kepemilikan saham hampir 100 persen.

Pemegang saham BSP yakni PT Mahkota Andalan Sawit (pemilik 99,998 persen saham BSP) dan Mily (pemegang 0,002 persen saham BSP) telah menyetujui menjual seluruh saham dalam BSP kepada PT BMI. Nilai transaksi penjualan saham tersebut sebesar Rp861,38 miliar, dengan tata cara pembayaran yang telah disepakati.

Bidang usaha yang dijalani PT BSP yaitu perkebunan kelapa sawit beserta pengolahannya. PT BSP saat ini beroperasi diatas lahan HGU perkebunan seluas 8.345,90 Ha dan HGB seluas 346.000 meter persegi.

Selanjutnya untuk melengkapi portofolio yang berkaitan dengan bisnis inti induk, PT BMI juga mengakuisisi PT Satria Bahana Sarana (SBS) pada 25 Januari 2015. BMI memiliki saham 95 persen dalam kepemilikan perusahaan ini. PT SBS bergerak di bidang usaha kontraktor pertambangan guna rental alat.

"Akuisisi PT SBS inilah yang diduga kuat bermasalah. Orang-orang itulah (Dirut dan Direktur Pengembangan Usaha yang mungkin tahu persis prosesnya sehingga diperiksa hari ini," kata Deputi K-MAKI Sumsel, Feri Kurniawan.

Sebelumnya, penyidik Kejati Sumsel juga sudah memeriksa empat orang lain yang diduga berkaitan dengan perkara ini. Oleh sebab itu, Feri mendukung upaya kejaksaan untuk mengungkap kasus ini secara terang benderang.

"Berdasarkan data kami, ada banyak masalah dalam akuisisi ini, mulai dari prosesnya, hutang bank dari perusahaan yang diakuisisi, peralatan yang mereka beli, kemudian kalau tidak salah perusahaan ini sedang rugi dan memiliki hutang saat dibeli," jelas Feri.

Hal inilah yang kemudian menurutnya menimbulkan kerugian pada keuangan negara. "Hal yang paling utama adalah, mari kita dorong dan pantau kejaksaan bekerja profesional dan serius mengusut dugaan korupsi ini," tegasnya didampingi koordinator Boni Belitong.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya