Berita

Ilustrasi/Net

Global

Lagi, Iran Eksekusi Gantung Dua Demonstran Anti-Pemerintah

MINGGU, 08 JANUARI 2023 | 06:39 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Iran kembali dua orang yang terkait dengan aksi protes anti-pemerintah, meski Teheran telah banyak menghadapi kritik karena catatan hak asasi manusianya itu.

Pihak berwenang Iran mengeksekusi dua pria dengan hukuman gantung pada Sabtu (7/1) karena membunuh seorang anggota pasukan paramiliter selama protes berlangsung.

Menurut kantor berita Mizan Online, kedua pria tersebut adalah Mohammad Mahdi Karami dan Seyyed Mohammad Hosseini.


"Mohammad Mahdi Karami dan Seyyed Mohammad Hosseini, pelaku utama kejahatan yang menyebabkan mati syahidnya Ruhollah Ajamian, digantung pagi ini," begitu laporan Mizan Online.

Ajamian disebut merupakan anggota milisi Basij yang terkait dengan Garda Pengawal Revolusi Islam (IRGC). ia meninggal di Karaj, sebelah barat Teheran, pada 3 November.

Eksekusi hukuman gantung terbaru bertambah menjadi empat terkait dengan protes. Dua pria sebelumnya dihukum dengan hukuman serupa pada Desember.

Dikutip dari The New Arab, Amnesty International mengecam hukuman yang diberikan kepada Mohammad Mahdi Karami dan Seyyed Mohammad Hosseini karena dinilai tidak memiliki proses peradilan yang berarti.

Hukuman gantung bertentangan dengan kampanye kelompok-kelompok hak asasi internasional agar nyawa kedua orang itu diselamatkan.

Pihak berwenang telah menangkap ribuan orang dalam gelombang demonstrasi yang dipicu oleh kematian Mahsa Amini pada September. Amini merupakan wanita Kurdi berusia 22 tahun yang meninggal usai ditangkap oleh polisi moralitas Iran kerena diduga melanggar aturan berpakaian.

Hingga saat ini, pengadilan telah menjatuhkan hukuman mati terhadap 14 orang atas demonstrasi tersebut. Sebanyak empat di antaranya telah dieksekusi.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

UPDATE

Demi Keamanan, Kapolri Patut Didukung Usut Dugaan Penyadapan Terhadap Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 16:34

Potensi Wisata Besar Belum Dongkrak Ekonomi Sabang

Kamis, 05 November 2026 | 16:27

Pertamina Drilling Gandeng Halliburton Perkuat Operasional Migas di Timteng

Kamis, 05 November 2026 | 16:12

DPR Taruh Harapan di Pundak Suyudi dan Jajaran Usut Tuntas Kasus Listyo Sigit Dkk

Kamis, 05 November 2026 | 16:00

Bobolnya Lapis Pengaman Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 15:48

Ekonomi Aceh Tetap Tumbuh Positif Meski Dihantam Bencana

Kamis, 05 November 2026 | 15:46

BPS: Pengangguran RI Berkurang 77 Ribu Orang per Agustus 2026

Kamis, 05 November 2026 | 15:38

Pertamina Hulu Energi Catat Torehan Manis Jelang Akhir Tahun

Kamis, 05 November 2026 | 15:33

ABP: Rakyat Tetap Berdiri Bersama Presiden Prabowo

Kamis, 05 November 2026 | 15:28

Jokowi Keberatan Roy Suryo Minta Ijazah Diperiksa Lagi

Kamis, 05 November 2026 | 15:22

Selengkapnya