Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net
Ketentuan Pasal 22E ayat (3) konstitusi tersebut mengandung makna esensi pengaturan partai politik yang merupakan praktik lazim dalam negara demokrasi, kedudukan partai politik sebagai tiang demokrasi dan bagi negara-negara yang menganut sistem demokrasi konstitusional, partai politik menjadi organ fundamental dalam melaksanakan kedaulatan rakyat.
“Akan tetapi, praktik Pemilu selama ini dengan sistem proporsional terbuka telah menggeser peserta Pemilu menjadi perseorangan atau berbasis individu Caleg. Sistem proporsional terbuka dengan nyoblos Caleg telah menempatkan individu sebagai peserta pemilu sebenarnya,†ujar Mexasai dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (5/1).
Populer
Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59
Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09
Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
UPDATE
Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:36
Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:19
Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:59
Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:40
Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:12
Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:49
Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:27
Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:01
Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:45
Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:20