Berita

Perdana Menteri Inggris, Rishi Sunak/Net

Dunia

Ilmuwan Inggris: Aturan Wajib Tes Covid-19 untuk Pelancong China Sekadar Langkah Politik

SELASA, 03 JANUARI 2023 | 17:30 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Keputusan Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak untuk memberlakukan tes Covid-19 terhadap para pelancong China memperoleh penolakan dari beberapa ilmuwan setempat.

Beberapa ilmuwan menilai aturan tersebut tidak akan berdampak signifikan pada naik atau turunnya jumlah kasus Covid-19 di Inggris.
Alih-alih, mereka menyebut aturan tersebut merupakan sebuah manuver politik semata yang dilakukan Sunak agar terlihat sama dengan sekutu Barat lainnya.

Dimuat China Daily pada Senin (2/1), Sekretaris Kesehatan Inggris Steve Barclay, mengatakan tidak ada bukti jelas tentang manfaat signifikan yang ditunjukkan dari pengujian pelancong dari China.

Dimuat China Daily pada Senin (2/1), Sekretaris Kesehatan Inggris Steve Barclay, mengatakan tidak ada bukti jelas tentang manfaat signifikan yang ditunjukkan dari pengujian pelancong dari China.

Barclay mengklaim telah membahas masalah tersebut dengan Sunak, tetapi keputusan tetap diambil Inggris untuk menyelaraskan diri dengan negara Barat lainnya.

"Perdana Menteri memutuskan bahwa lebih penting bagi Inggris untuk menyelaraskan diri dengan negara-negara AS, Jepang, Italia, dan Spanyol untuk telah memberlakukan tes semacam itu," jelas Barclay.

Profesor Universitas Edinburgh, Mark Woolhouse memiliki padangan sama terkait tidak efektifnya kebijakan tes Covid-19 terhadap pelancong China.

"Saya kira Inggris tidak akan mendapatkan manfaat kesehatan masyarakat dari tindakan ini. Ini hanya bisa dilakukan karena alasan politik," ujarnya.

Profesor lain dari University of East Anglia Paul Hunter mengatakan, meskipun pemerintah menerapkan pengetatan aturan Covid-19, tetap saja tidak akan dapat menghentikan penyebaran infeksi di Inggris.

"Ini tidak akan melindungi populasi Inggris karena tidak akan menghentikan penyebaran. Jadi sulit untuk melihat apa yang akan diperoleh dengan menerapkan tes ini," jelas Hunter.

Kenaikan kasus Covid-19 di China akhir tahun lalu telah menambah kewaspadaan negara-negara Barat terhadap ancaman penyebaran kasus baru lewat kehadiran para pelancong dari Beijing.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya