Berita

Dunia

Penjualan Gas Rusia di China Naik Dua Kali Lipat, di Eropa Anjlok Hingga 45,5 Persen

SELASA, 03 JANUARI 2023 | 06:28 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Rusia terus meningkatkan pasokan energinya untuk China.  CEO Gazprom Alexei Miller mengatakan, selama tahun 2022, perusahaannya telah melampaui pasokan yang seharusnya untuk Negeri Tirai Bambu itu.

"Pada tahun 2022, pasokan reguler melampaui jumlah kontrak harian, atas permintaan pihak China. Akibatnya  kami melampaui komitmen tahunan kami," kata Miller dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh perusahaan di Telegram, seperti dikutip dari Sputnik, Senin (2/1).

Bahkan, "Mulai 1 Januari tahun baru ini, pasokan untuk China dipersiapkan pada level baru," lanjutnya.


Pasokan dilakukan melalui pipa gas Power of Siberia di bawah kontrak jangka panjang antara Gazprom dan China National Petroleum Corporation.

Pada 2020, pasokan gas Rusia untuk China mencapai 4,1 miliar meter kubik, dan tumbuh 2,5 kali lipat menjadi 10,4 miliar meter kubik pada 2021. Diharapkan itu akan terus berkembang hingga jaringan pipa mencapai target kapasitas tahunan sebesar 38 miliar meter kubik pada tahun 2025.

Hal berbeda terjadi pada pasokan gas Rusia ke negara-negara Eropa  yang mengalami penurunan tajam, anjlok hingga 45,5 persen pada 2022.

Eropa sebelumnya merupakan pasar ekspor utama Gazprom, tetapi pasokan telah berkurang secara drastis akibat sanksi menyusul serangan Rusia di Ukraina.

Pekan lalu, Miller mengakui bahwa Gazprom mengalami tahun yang "sangat, sangat sulit" terkait pasokannya ke Eropa.

Dia mencatat "perubahan total di pasar energi" yang dipicu oleh sanksi Eropa akibat invasi Rusia ke Ukraina.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya