Berita

Dahlan Iskan/Net

Dahlan Iskan

Tahun Genap

JUMAT, 30 DESEMBER 2022 | 05:17 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

TAHUN 2022 ini kita tutup dengan happy ending: perkawinan kolosal di Yogyakarta dan Solo. Semua bahagia. Pengantinnya maupun masyarakat awam.

Ada yang mengatakan itu merupakan ''Perkawinan Abad Ini''.

Keluarga Presiden Jokowi telah memberikan hiburan masal yang sangat masif. Plus kebanggaan bagi para pencinta budaya Jawa. Pengantin laki-laki putra bungsu Presiden Jokowi. Pengantin perempuannya Putri Indonesia.


Cantik nan cerdas. Dia wanita idaman.

Pengemasan perkawinan ini begitu indah. Tentu menteri pariwisata harus berterima kasih. Tanpa sedikit pun anggaran bidang pariwisata telah tersaji atraksi pariwisata kolosal.

Inilah kegiatan pariwisata terbaik selama... terserah Anda.

Setidaknya 10 tahun terakhir. Mungkin selama 22 tahun terakhir. Atau 50 tahun terakhir. Benar-benar 'perkawinan abad ini'.

Penderitaan massal selama tiga tahun pandemi seperti kemarau panjang yang tiba-tiba dapat hujan deras. Inilah Desember yang penuh gegap gempita. Mungkin bisa menjadi pemanasan yang sempurna bagi pesta Old and New besok malam.

Lupakan Covid. Ganti dengan kegembiraan.

Pun bulan sebelumnya: November 2022. Kita mendapat sajian luar biasa: gala dinner KTT G-20.

Megah, glamour, membanggakan dan menghibur.

Memang, penutupan Piala Dunia di Qatar luar biasa. Sejajar dengan Olimpiade Beijing. Atau lebih indah lagi. Tergantung. Anda lahir tahun berapa.

Bencana alam di antara kemegahan-kemegahan itu seperti tidak mengganggu semangat kita untuk tetap bergairah.

Bencana gempa Cianjur sudah ditutup dengan upacara masal. Sekitar 8.000 korban gempa hadir. Presiden Jokowi membagikan langsung dana rehabilitasi rumah korban gempa Cianjur.

Pesta-pesta besar telah membuat semua hal menjadi kecil. Apalagi hanya sekadar camping perusuh Disway di Kampung Agrinex, Cikeusik, Pandeglang, nanti malam.

Tahun ini hujan masih terus berlangsung. Nyaris sepanjang tahun. Tidak ada kemarau panjang tahun ini. Sudah tiga tahun petani bisa sibuk dengan sawah dan ladang mereka. Bisa tanam pagi 3 kali setahun.

Tahun ini juga ditandai dengan berbagai peristiwa ekonomi yang sangat besar. Harga minyak sawit mencapai puncaknya dalam sejarah.

Indonesia mendapat durian runtuh. Musangking semua. Memang krisis minyak goreng itu disertai heboh-heboh. Tapi teratasi. Termasuk dengan BLT jenis baru: BLT minyak goreng.

Peristiwa besar memakan korban besar. Tokoh reformasi Lin Che Wei ditangkap. Ekonom beken itu hari-hari ini diadili. Tuduhannya: melakukan permainan dengan pejabat kementerian perdagangan. Seorang dirjen juga jadi terdakwa.

Minyak sawit kita menjadi durian yang runtuh tidak habis-habisnya. Terima kasih Pak Harto. Pembukaan perkebunan sawit besar-besaran di ''lebih enak zamanku to'' itu membuat Indonesia menjadi raja sawit dunia: mengalahkan Malaysia.

Sawit masih terus mengalirkan rezeki sampai pun Pak Harto sudah lama tersenyum di alam sana.

"Heboh Tahun Ini" lainnya adalah batu bara. Harga batu bara juga mencapai yang tertinggi dalam sejarahnya. Lagi-lagi durian musangking runtuh masal di atas langit Indonesia.

Saya juga menyebutnya sebagai "Duria Low". Itulah judul buku yang saya terbitkan tahun ini. Yakni buku tentang Low Tuck Kwong. Pemilik tambang batu bara Bayan Resource Group.

Durian Batu Bara telah mengorbitkan Low Tuck Kwong menjadi orang terkaya baru Indonesia.

Tiba-tiba saja Low mengalahkan orang terkaya Indonesia selama lebih 15 tahun terakhir: Keluarga Hartono, pemilik grup pabrik rokok Djarum, Kudus. Tahun 2022 ini menjadikan Low No 1 terkaya Indonesia.

Banyak media menulis: tidak diketahui siapa Low Tuck Kwong. Ada media yang sampai mewawancarai banyak pengusaha sekadar untuk menulis "Kami pun tidak tahu siapa dia".

Pembaca Disway tentu tahu siapa Low Tuck Kwong. Saya menuliskannya dalam satu seri di Disway. Yakni setelah saya dua hari bersama Low Tuck Kwong di pusat tambang batu baranya nun di pedalaman hulu Mahakam. Serial itulah yang kemudian diterbitkan dalam bentuk buku dengan judul Durian Low.

Tahun ini, kekayaan Low Tuck Kwong, naik di atas Rp 30 triliun. Hanya dalam satu tahun. Bacalah sendiri di arsip Disway –karena bukunya sudah habis terjual.

Sawit dan batu bara membuat negara menjadi punya uang: bisa membayar utang. Juga bisa memupuk cadangan devisa. Anda sudah tahu: zaman Presiden Jokowi adalah zaman cadangan devisa terbesar dalam sejarah kemerdekaan kita. Sempat mencapai USD 150 miliar.

Hilirisasi nikel juga sukses besar tahun ini. Nama Luhut B. Pandjaitan meroket. Pada awalnya dicampakkan di comberan. Kini bersinar di atas langit.

Demikian juga pengambilalihan saham Freeport. Nama Luhut berkibar-kibar.

Semua itu muaranya di pertumbuhan ekonomi. Indonesia menjadi bintang pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2022: mencapai lebih 5 persen tahun ini.

"Perkawinan Abad Ini" telah menutup tahun 2022. Orang terkaya baru, juga menandai tahun ini. Nasib baik tetap ada di tahun buruk sekalipun. Apalagi nasib jelek. Pun seperti yang dialami Lin Che Wei.




Populer

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

UPDATE

Makna Filosofi Lampion Waisak 2026, Simbol Pencerahan, Harapan, dan Kedamaian

Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:58

Standarisasi Kemasan Rokok Dinilai Berpotensi Merugikan Pedagang Kaki Lima

Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:43

Soal Opini Bahlil yang Sebut Kurban Wajib bagi Setiap Muslim, Ini Respons Komisi Fatwa MUI

Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:27

Harga Minyak Dunia Anjlok ke 92 Dolar AS

Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:07

Rupiah Melemah, Biaya Liburan di Indonesia Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara

Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:36

Penyidik Dalami Dokumen Ekspor Sawit, Kasus Under Invoicing Terus Bergulir

Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:24

IHSG di Akhir Mei 2026 Tertekan, Asing Net Sell Jumbo Rp8,5 Triliun

Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:16

Bukan Sekadar Kurban, Begini Cara Galeri 24 Sampaikan Makna Berbagi di Hari Raya

Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:12

Harga Emas Antam Melonjak Rp25.000 di Akhir Mei 2026

Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:03

Opini Bahlil di Kompas Disoal: Tidak Tepat Samakan Kurban dengan Zakat Fitrah

Sabtu, 30 Mei 2026 | 09:47

Selengkapnya