Berita

Diskusi Bandung School of Democracy dengan tema "Proyeksi dan Dinamika Politik Anak Muda Kota Bandung"/RMOLJabar

Politik

Saatnya Pemuda Berani Rebut Panggung Politik 2024

SELASA, 27 DESEMBER 2022 | 08:23 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Pemuda harus berani mengambil peran dalam kontestasi Pemilu 2024 mendatang. Selain mempunyai basis suara yang cukup signifikan, kehadiran pemuda diharapkan tidak hanya menjadi penonton dan alat politik saja, tetapi bisa menjadi penggerak dalam pembangunan suatu wilayah.

Berdasarkan hasil riset Indonesian Politics Research dan Consulting (IPRC), ketertarikan pemuda untuk masuk dalam arena politik di Kota Bandung hanya 20 persen lebih. Padahal, basis suara pemuda di Kota Bandung misalnya, hampir mencapai 40 persen pemilik suara.

Hal inilah yang mengemuka dalam diskusi yang digelar oleh Bandung School of Democracy (BSoD) dengan tema "Proyeksi dan Dinamika Anak Muda di Kota Bandung", di Anatomi Coffe and Space, Kota Bandung, Senin (26/12).  


Hadir sebagai narasumber, Direktur BSod sekaligus Peneliti IPRC Fahmi Iss Wahyudy, Ketua KNPI Kota Bandung Edwin Khadafi, dan Sekretaris Umum PWI Jabar Tantan Sulthon Bukhawan.

Fahmi Iss Wahyudy menuturkan, perlu adanya dialog terbuka antara organisasi pemuda dan partai politik. Agar keterwakilan pemuda dalam kancah politik, baik di eksekutif ataupun legislatif, bisa terwujud seiring pergantian estapet kepemimpinan.

Organisasi kepemudaan, lanjut Fahmi, bisa menjadi wadah bagi partai politik untuk melakukan rekruitmen anggota secara terbuka. Hal inilah yang harus didorong oleh semua elemen masyarakat khususnya pemuda, agar ide dan gagasan pembangunan hadir dari pemikiran-pemikiran kreatif anak muda.

"Misalnya, KNPI yang mempunyai anggota yang tersebar di semua kecamatan dan ada banyak OKP yang berhimpun di dalamnya, saya pikir itu punya daya tawar yang tinggi untuk membuka dialog dengan parpol. KNPI menjadi sebuah wadah bagi parpol untuk melakukan rekruitmen ke depan. Karena KNPI juga banyak membuka dialog yang bernarasikan politik, berbicara persoalan masyarakat dan lainnya," kata Fahmi, dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

Parpol juga  harus membuka ruang yang besar bagi pemuda untuk masuk dalam arena politik. Berbeda halnya dengan isu keterwakilan perempuan di semua elemen politik, sudah menjadi isu internasional. Sehingga dorongan anak muda untuk masuk dalam arena tersebut harus kuat dan maksimal.

Oleh karena itu, lanjut Fahmi, anak muda hari ini harus berani mencuri panggung-panggung politik dengan mencitrakan diri sebagai figur yang cerdas, intelek, peduli kepada masyarakat, dan aktif berkegiatan di masyarakat.

"Saya pikir di tingkat nasional, regional, dan lokal membutuhkan figur anak muda yang kompeten. Pasalnya perkembangan zaman yang semakin cepat, membutuhkan anak muda yang paham persoalan digitalisasi ataupun ekonomi kreatif," jelasnya.

Sehingga, ia menilai bahwa banyak figir-figur anak muda yang hari ini kompeten untuk masuk dalam kontestasi politik. Selain intelektualitasnya, program yang dilakukan oleh organisasi pemuda ataupun komunitas lainnya sangat menarik.

"Seperti ketua-ketua organisasi masyarakat, ketua komunitas itu pengikut di medsosnya banyak. Saya pikir mereka punya basis konstituen jelas. Punya program yang baik punya intelektualitas, tinggal bagaimana kemudian menyusun isu agar kemudian bisa didorong bareng-bareng sama anak muda," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya