Berita

Tiga menteri dari partai Nasdem/net

Politik

Sudah Beda Fatsun Politik, Jokowi Disarankan Segera Evaluasi Menteri dari Nasdem

SENIN, 26 DESEMBER 2022 | 23:05 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Konsen publik dan termasuk elite politik mulai tahun 2023 besok diprediksi bakal bergeser tak lagi kepada Presiden Joko Widodo. Hal ini yang menurut sejumlah pemerhati politik bisa menjadi pemantik dilakukannya reshuffle kabinet.

Demikian pendapat Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia, Ali Rif'an, saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL pada Senin (26/12).

Ia menjelaskan, salah satu yang cukup nampak dari dinamika politik saat ini adalah perbedaan arah politik satu parpol koalisi pemerintahan Presiden Jokowi, yaitu Partai Nasional Demokrat (Nasdem).


"Satu partai yang posisinya sebagai mitra koalisi tapi di sisi lain punya fatsun politik yang berbeda dengan Jokowi, dengan membangun koalisi yang diberi nama 'Koalisi Perubahan'," ujar Ali.

"Dari namanya saja sudah memberikan simbol bahwa dia anti Jokowi," sambungnya menegaskan.

Namun ketika mendengar rencana Jokowi akan melaksanakan perombakan atau reshuffle Kabinet Indonesia Maju dengan mengganti sejumlah menteri yang kini masih menjabat, Ali yang kini tengah menjadi mahasiswa doktoral ilmu politik Universitas Indonesia memandang itu sudah tepat diaktualisasikan.

"Nah ini juga, (menteri-menteri dari Partai Nasdem) perlu dievaluasi, apakah tetap dilanjutkan di barisan kabinet dengan persyaratan-persyaratan tertentu, atau dikeluarkan dari barisan kabinet. Ini juga menentukan nanti," tuturnya.

"Karena harus diakui tahun 2023 ini tahun politik. Fokus semua masyarakat atau elit politik akan bergeser dari presiden jokowi ke capres 2024 mendatang. Maka isu reshuffle sangat relevan jika kita melihat timing-nya," demikian Ali menambahkan.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Efisiensi Perjalanan Dinas: Luar Negeri 70 Persen, Dalam Negeri 50 Persen

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:18

MPR Minta Pemerintah Tarik Pasukan TNI dari Misi UNIFIL

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:11

Imparsial: Andrie Yunus Buka Sinyal Gelap Pembela HAM

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:05

Tanpa Terminal BBM OTM, Cadangan Pertamax Berkurang Tiga Hari

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:53

Kemenkop–KemenPPPA Kolaborasi Perkuat Peran Perempuan Lewat Kopdes

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:45

Lippo Cikarang Tegaskan Tidak Terkait Perkara yang Diusut KPK

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:35

Membaca Skenario Merancang Operasi Gagal

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:28

BSA Logistics Melantai di Bursa Bidik Dana Rp306 Miliar

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:18

Jusuf Kalla Bereaksi atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:01

Diaspora RI Antusias Sambut Kedatangan Prabowo di Seoul

Selasa, 31 Maret 2026 | 20:56

Selengkapnya