Berita

Ketua KPK RI Firli Bahuri menyampaikan keterangan pers usai melaunching aksi pencegahan korupsi (PK) tahun 2023-2024 di Jakarta/Ist

Hukum

Stranas PK Sektor Pelabuhan, Bikin Hemat 182 Miliar juga Tempatkan Indonesia di Atas Jerman dan Amerika

SELASA, 20 DESEMBER 2022 | 23:07 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menyampaikan, berkat aksi Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) dengan melalukan perbaikan tata kelola di sektor pelabuhan mampu menghemat biaya sebesar Rp 182,32 miliar atau 33,28 persen.

Efisiensi biaya tersebut berkat penyederhanaan sistem proses layanan barang melalui single submission kepabean karantina yang sudah berjalan di 14 pelabuhan.

“Manfaatnya telah dirasakan oleh pengguna jasa dengan kemudahan proses layanan kapal. Selain itu, pada proses layanan barang melalui single submission kepabeanan karantina telah memberikan dampak efisiensi biaya sebesar 33,28 persen atau Rp 182,32 miliar dan efektifitas waktu sebesar 21,96 persen,” ungkap Firli saat sambutan peluncuran aksi pencegahan korupsi di Jakarta, Selasa (20/12).


Selain itu, Firli menambahkan, sistem transportasi di pelabuhan saat ini telah terdata dengan valid melalui sistem truck identification data. Dengan begitu, ujarnya, truk tidak bisa sembarangan masuk ke kawasan pelabuhan lantaran telah menggunakan sistem barcode yang telah terpasang di masing-masing unit truck.

Firli mengatakan bahwa pihaknya juga tengah mendorong penerapan terminal booking system. Yaitu skema dua arah guna memastikan truck yang masuk dan keluar harus membawa barang.

“Supaya terjadi efisiensi,” ujar Firli.

Disamping itu, Firli menyampaikan, sistem pembayaran ke pemerintah juga telah disederhanakan dengan single billing payment untuk memudahkan pengguna jasa dalam proses pembayaran PNBP.

Alhasil, ungkap Firli, dampak dari aksi Stranas PK di sektor pelabuhan berdasarkan laporan yang dikeluarkan oleh United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) di bulan September 2022 Indonesia masuk ke dalam 20 negara terbaik dunia dalam performa pelabuhan.

“Dengan nilai point 24,9 masih di atas capaian negara besar seperti Jerman, Amerika, Prancis dan Kanada,” pungkas Firli.



Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Relawan Jokowi: Rismon Sianipar Pengecut!

Jumat, 13 Maret 2026 | 01:05

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

UPDATE

Polisi Berlakukan One Way Sepenggal Menuju Wisata Lembang Bandung

Minggu, 22 Maret 2026 | 18:11

Status Tahanan Rumah Yaqut Buka Celah Intervensi, Penegakan Hukum Terancam

Minggu, 22 Maret 2026 | 17:38

Balon Udara Bawa Petasan Meledak, Atap Rumah Jebol

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:54

Prabowo: Lebih Baik Uang Dipakai Rakyat Makan daripada Dikorupsi

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:47

Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Terbagi Dua Gelombang

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:37

Trump Ultimatum Iran: 48 Jam Buka Hormuz atau Pusat Energi Dihancurkan

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:27

KPK Cederai Keadilan Restui Yaqut Tahanan Rumah

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:03

Prabowo Tegaskan RI Tak Pernah Janji Sumbang Rp17 Triliun ke BoP

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:01

Istana: Prabowo-Megawati Berbagi Pengalaman hingga Singgung Geopolitik

Minggu, 22 Maret 2026 | 15:46

Idulfitri di Kuala Lumpur, Dubes RI Serukan Persatuan dan Kepedulian

Minggu, 22 Maret 2026 | 14:47

Selengkapnya