Berita

Putri PB XII, GKR Wandansari, mengajak sejumlah awak media untuk melihat langsung kondisi Keraton Surakarta yang memprihatinkan/RMOLJateng

Nusantara

Kondisi Bangunan Keraton Surakarta Makin Memprihatinkan, Putri PB XII Masih Menunggu Respons Gibran

SELASA, 20 DESEMBER 2022 | 03:34 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Kondisi Keraton Surakarta Hadiningrat atau Keraton Surakarta kini tampak memprihatinkan. Sejumlah bangunan tampak tak terawat, bahkan ada yang sudah runtuh.

Padahal Keraton yang didirikan oleh Sri Susuhunan Pakubuwana II pada 1744 sebagai pengganti Keraton Kartasura yang porak-poranda akibat Geger Pecinan pada 1743 harusnya menjadi cagar budaya yang dirawat dan dijaga dengan baik.

Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta, GKR Wandansari yang biasa disapa Gusti Moeng, memastikan kondisi Kraton memang semakin memprihatinkan.


Dalam kesempatan khusus, Senin (19/12), Gusti Moeng mengajak sejumlah awak media untuk melihat kondisi Kraton Solo secara langsung.

Putri PB XII ini juga mendorong pemerintah dapat segera merenovasi bangunan agar tetap lestari sebagai aset sejarah Keraton.

Sambil berkeliling Gusti Moeng menjelaskan beberapa bagian Kraton yang rusak dan perlu perbaikan. Bangunan banyak yang atapnya roboh, dinding mengelupas bahkan ditumbuhi tanaman liar.

"Perlu sinergi antara Keraton dan pemerintah untuk memelihara aset kraton. Karena sejak keraton bergabung dengan RI asetnya sudah dikuasai negara," jelasnya, dikutip Kantor Berita RMOLJateng, Senin (19/12).

Bahkan beberapa waktu lalu dirinya sempat meminta waktu untuk bisa bertemu dengan Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka. Namun hingga kini belum ada jawaban.

"Saya sudah menunggu hampir setengah tahun,  minta untuk menghadap Mas Gibran. Tapi tidak dijawab sampai sekarang," lanjutnya.

Ditambahkan Gusti Moeng, melalui lembaga Dewan Adat, pada 2017 lalu sudah memiliki grand design untuk renovasi Kraton Solo berkerjasama dengan salah satu universitas negeri di Yogyakarta.

"Grand design ini dibuat untuk penataan kraton Solo. Jadi tinggal dibuka dan dilihat lokasi mana saja yang akan diperbaiki," imbuhnya.  

Nantinya setelah selesai renovasi bisa bermanfaat untuk banyak orang. Seperti untuk kunjungan wisata, pelatihan ngadisalira ngadibusana, dan banyak hal lain.

"Jadi setelah dibangun bisa dimanfaatkan, tidak mangkrak lagi," tandasnya.

Lebih lanjut, Gusti Moeng mengingat0 kembali kala dahulu dirinya berani menentang sebagian Kraton Solo akan dijadikan hotel mewah. Bahkan dirinya mendapat julukan "Putri Mbalelo" (membangkang).  

"Jika saya dulu tidak menjadi Putri Mbalelo mungkin sebagian kawasan ini sudah jadi hotel. Bahkan rencana awal saat itu Magangan akan dijadikan lobby Hotel," tegasnya.

Menurutnya hal terberat yang harus dihadapi saat ini dengan kondisi Kraton yang memprihatinkan ini adalah menata dan mengembalikan SDM.

"Paling berat bagi saya adalah menata dan mengembalikan SDM. Karena tidak semua orang seperti saya," pungkasnya.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

UPDATE

Habib Syakur Kritik Elite Politik: Demokrasi Jangan Dijadikan Arena Gaduh

Senin, 18 Mei 2026 | 10:20

MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota, Pengamat Sebut IKN Hanya Ambisi Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 10:02

Pakar Soroti Masalah Struktural yang Hambat Investasi Asing ke RI

Senin, 18 Mei 2026 | 09:56

Polemik Muktamar Mathla’ul Anwar Berlanjut ke Pengadilan

Senin, 18 Mei 2026 | 09:51

IHSG Ambles 190 Poin, Rupiah Terpukul ke Rp17.661 per Dolar AS

Senin, 18 Mei 2026 | 09:47

Emas Antam Turun di Awal Pekan, Termurah Rp1,4 Juta

Senin, 18 Mei 2026 | 09:32

Prabowo Tekankan Pangan Harga Mati, Siap Disalahkan Jika Rakyat Kelaparan

Senin, 18 Mei 2026 | 09:22

Awal Pekan, Dolar AS Masih Perkasa di Level 99 Setelah Reli Sengit Akhir Pekan

Senin, 18 Mei 2026 | 09:14

Harga Minyak Dunia Makin Naik, Kembali Sentuh 110 Dolar AS

Senin, 18 Mei 2026 | 08:44

Bursa Asia Tertekan, Kospi Paling Merah

Senin, 18 Mei 2026 | 08:18

Selengkapnya