Berita

Ilustrasi Pemilu/RMOL

Politik

Bawaslu Diminta Pelototi Menteri dan Gubernur yang Kunjungan Terselubung ke Daerah

SENIN, 19 DESEMBER 2022 | 16:44 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI diminta pelototi para pejabat tinggi negara yang melakukan kunjungan kerja terselubung untuk kepentingan kontestasi pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mendatang daripada sibuk mencari kesalahan salah satu capres.

Hal itu ditegaskan pengamat politik dari Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga ketika berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Senin (19/12).

"Bawaslu lebih baik memelòtoti para menteri dan gubernur yang berkunjung ke daerah bukan melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai pejabat. Mereka ke daerah untuk mensosialiaasikan dirinya dalam kaitan pilpres 2024,” tegas Jamiluddin.


Mantan Dekan Fikom IISIP ini mengatakan Bawaslu harus melakukan pengecekan terhadap para menteri yang menggunakan duit dan fasilitas negara sambil melakukan kampanye diri sendiri ke berbagai daerah.

"Karena itu, Bawaslu dapat mengawasi penggunaan anggaran saat mereka ke daerah. Apakah anggaran yang digunakan milik pribadi atau partai atau justru dompleng uang negara ? Bawaslu dapat mengawasi hal itu dan tentunya akan lebih bermanfaat,” katanya.

"Jadi, Bawaslu harus taat azas dalam melakukan pengawasan dengan dasar aturan yang jelas. Hal itu harus diberlakukan sama kepada semua orang,” imbuhnya.

Menurutnya, Bawaslu tidak boleh hanya mengawasi salah satu dari capres tetapi semua tokoh yang sudah dideklarasikan menjadi capres oleh partai politik yang melakukan kampanye secara diam-diam.

"Bawaslu tidak boleh mengawasi Anies secara ketat tapi tanpa dasar aturan. Namun di sisi lain membiarkan pejabat negara melakukan hal sama,” ujarnya.

"Jadi, Bawaslu harus adil dalam melakukan pengawasan. Hanya dengan begitu Bawaslu akan dihormati dan dipercaya,” demikian Jamiluddin.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya