Berita

Rizal Ramli/RMOL

Publika

Rizal Ramli Tawarkan Solusi Agar Pers Sehat dan Tidak Oligopolistik

SABTU, 17 DESEMBER 2022 | 20:44 WIB | OLEH: ARIEF GUNAWAN*

DI Amerika orang berkata: “Journalist is not a game”.

Kewartawanan bukanlah permainan

Ia punya tujuan sosial yang serius.


Dengan kemerdekaannya pers di sana jadi senjata ampuh melindungi demokrasi.

Untuk jasa keberpihakan itu misalnya setiap tahun sejak 1917 pers di sana diapresiasi dengan hadiah-hadiah bergengsi seperti Pulitzer, sehingga wartawannya banyak yang dikenal sebagai sosok pejuang dan penjaga nilai jurnalisme.

Bagaimana di sini?

Profesi wartawan yang merupakan vocatio (panggilan) sekarang cenderung sekedar job atau karir belaka.

Role model Pers Pejuang dan Pejuang Pers semakin sulit ditemukan.

Hal ini berkaitan pula dengan pola kepemilikan media yang oligopolistik dan tak sehat.

Dalam siaran terakhir ILC TVOne, Selasa, 15 Desember 2020, tokoh nasional Dr Rizal Ramli memberikan solusinya.

Pola oligopolistik kepemilikan media menurutnya sangat tidak sehat. Misalnya, kini membolehkan seorang pemilik media misalnya memiliki beberapa media dengan jumlah yang sangat mendominasi.

Namun dalam prakteknya media-media tersebut lebih banyak gunakan untuk kepentingan politik dan bisnis pemiliknya. Terutama sekali untuk mendapatkan akses dan mendekat kepada kekuasaan.

“Media dikuasai segelintir orang. Satu orang bisa punya belasan atau puluhan media,” tandas Rizal Ramli.

Pola seperti ini menurutnya harus diubah, yakni dengan memberikan ketentuan kepemilikan media cukup kepada satu orang, yakni satu orang satu media, dan pemiliknya idealnya harus benar-benar insan pers. Seperti era pers sebelumnya di mana banyak lahir tokoh-tokoh Pers Perjuangan yang identik dengan media yang meraka miliki.

Rizal kemudian menunjuk contoh tokoh-tokoh Pers Perjuangan yang identik dengan media yang mereka miliki seperti Rosihan Anwar (Pedoman), Mochtar Lubis (Indonesia Raya), Suardi Tasrif (Abadi), atau BM Diah (Merdeka).

Dengan pola seperti ini secara bisnis media massa akan tetap bisa hidup. Pemasukan iklan tetap bisa berjalan.
Rizal Ramli teringat kepada kiat koleganya, Marzuki Usman.

Saat menjabat Ketua Badan Pelaksana Pasar Modal (Bapepam) pada 1980-an Marzuki Usman mewajibkan semua perusahaan go public untuk menerbitkan laporan keuangan yang teraudit di sejumlah media nasional.

“Kiat ini ternyata bisa menghidupi media yang fokus pada berita ekonomi dan bisnis hingga sekarang,” ujar Rizal Ramli.

Sebagai inovasi Rizal Ramli mengusulkan agar seluruh pemerintah daerah (Kota, Kabupaten dan Provinsi) di Indonesia wajib menerbitkan laporan keuangannya yang teraudit di media lokal, regional dan nasional, baik media digital maupun cetak.

Cara ini, menurut Rizal Ramli, akan menghidupi media yang saat ini sangat kompetitif.

“Laporan keuangan pemerintah daerah tersebut adalah cermin good governance yang dapat menjadi rujukan untuk membuat pemeringkatan kinerja Pemda maupun kepala daerah. Sehingga kepala daerah yang amburadul laporan keuangan dan kinerjanya tak layak lagi mencalonkan diri,” papar Rizal Ramli.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Dasco Ungkap Target Closing RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 07 Juni 2026 | 19:49

Ahmad Luthfi Minta Daerah Dilibatkan dalam Evaluasi MBG

Minggu, 07 Juni 2026 | 19:23

Pameran "Aku Arek Suroboyo" Kuak Sisi Lain Bung Karno yang Jarang Diketahui

Minggu, 07 Juni 2026 | 19:11

Usulan Natalius Pigai, Ikhtiar Hadirkan Polri Lebih Modern dan Adaptif

Minggu, 07 Juni 2026 | 18:53

Pajak, Kepercayaan dan Kontrak Sosial

Minggu, 07 Juni 2026 | 18:49

Jalur Titipan SPMB Masuk Pidana Korupsi, Mau Anak Pintar Kok Nyogok...

Minggu, 07 Juni 2026 | 18:23

Jurus Seribu Langkah Gagal, Eksekutor Jambret Jakbar Digulung!

Minggu, 07 Juni 2026 | 17:36

Ditolak Daerah, Mubes V Kosgoro 1957 Dianggap Cacat Prosedur

Minggu, 07 Juni 2026 | 17:32

Hari Lingkungan Hidup, Pertamina Gaspol Inovasi Sampah dan Tanam Pohon

Minggu, 07 Juni 2026 | 17:24

Ini Instruksi Khusus Prabowo ke Seskab Teddy Soal Sekolah Rakyat

Minggu, 07 Juni 2026 | 17:07

Selengkapnya