Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto dan State Secretary for Foreign Trade Kementerian Luar Swedia, HÃ¥kan Jevrell/Net

Politik

Pegang Keketuan ASEAN dan Uni Eropa, Indonesia-Swedia Sepakat Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

KAMIS, 15 DESEMBER 2022 | 08:25 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Indonesia dan Swedia sepakat memanfaatkan status keketuaan masing-masing negara untuk membangun kerja sama bidang ekonomi.

Hal itu sebagaimana tertuang dalam pertemuan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto dan State Secretary for Foreign Trade Kementerian Luar Swedia, HÃ¥kan Jevrell di sela rangkaian KTT Peringatan ASEAN-EU di Brussel, Belgia.

Indonesia tercatat memegang keketuaan ASEAN tahun 2023. Sedangkan Swedia juga memegang Presidensi Uni Eropa tahun 2023.
 

 
“Kedua pihak tentunya ingin melakukan langkah sinergi yang strategis, memanfaatkan peran penting Indonesia dan Swedia yang memegang keketuaan di kawasan masing-masing pada tahun 2023 mendatang,” kata Menko Airlangga dalam keterangannya, Rabu (14/12).

Di bidang kerja sama ekonomi, nilai total perdagangan bilateral Indonesia-Swedia meningkat sebesar 13,2 persen pada bulan Oktober 2022 dibandingkan dengan tahun 2021.

Data ini, kata Airlangga, menggambarkan besarnya kesempatan peningkatan kerja sama bilateral yang sama-sama menguntungkan kedua negara.

Indonesia mencatat, Swedia merupakan investor terbesar untuk negara di kawasan Nordik. Kerja sama investasi kedua pihak terus meningkat dengan signifikan, termasuk di sektor manufaktur, di mana terdapat relokasi pusat manufaktur SKF dari China ke Indonesia dengan nilai investasi mencapai 70 juta dolar AS.

“Di lain sisi, Indonesia mencatat realisasi investasi dari Swedia, yaitu proyek pembangunan ramah lingkungan dari OurEcolution untuk membangun fasilitas rendah karbon di NTB dengan nilai 5,3 juta dolar AS,” sambung Ketua Umum Partai Golkar ini.

Menko Airlangga juga mencatat ada perusahaan manufaktur SKF yang merupakan investor utama Swedia di Indonesia. Guna mendukung kerja sama itu, Indonesia mengundang perusahaan Swedia lainnya untuk dapat berpartisipasi dalam proyek pembangunan IKN Nusantara yang fokus pada konsep smart city dan mengedepankan aspek keberlanjutan.

“Indonesia juga mendorong Swedia bekerja sama dalam upaya pengurangan emisi melalui pemanfaatan energi terbarukan, misalnya melalui proyek pengembangan green hydrogen dan green ammonia," tandas Airlangga.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

16 Negara Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Tujuh Wakil Asia

Senin, 29 Juni 2026 | 02:03

Prediksi Skor Babak 32 Besar

Senin, 29 Juni 2026 | 02:00

Bareskrim Gagalkan Peredaran 325 Kg Sabu Jaringan Thailand-Aceh

Senin, 29 Juni 2026 | 01:31

Segera Terbitkan Regulasi Pelarangan LGBT!

Senin, 29 Juni 2026 | 01:12

Forum Konferensi Republik Hasilkan Tiga Mandat

Senin, 29 Juni 2026 | 01:03

Mesir vs Iran: Stadion Berubah Jadi Arena Adu Gengsi Ribuan Tahun

Senin, 29 Juni 2026 | 00:38

Pelarangan Konferensi Republik di Kampus UI Tak Menumbuhkan Pesimisme

Senin, 29 Juni 2026 | 00:27

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

BPPKB Banten HDS Melepas Stigma Negatif terhadap Ormas

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:41

Forum Konferensi Republik Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:05

Selengkapnya