Berita

Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS Kurniasih Mufidayati/Net

Politik

68 Persen Penduduk Tidak Bisa Beli Makan Bergizi, Pemerintah Didesak Perbaiki Tata Niaga Pangan

KAMIS, 15 DESEMBER 2022 | 02:40 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Data harga pangan bergizi di Indonesia menurut data Badan Pangan Dunia (FAO) adalah yang tertinggi di Asia Tenggara. Harga pangan bergizi di Indonesia mencapai angka 4,47 dollar AS sekitar Rp 69.000 per hari.

Sebuah survei juga menemukan data hampir 68 persen penduduk Indonesia tidak mampu memenuhi kebutuhan makanan bergizi tersebut.

Meresposn data itu, anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS Kurniasih Mufidayati mengungkapkan situasi ini jelas memberatkan program percepatan penurunan stunting yang tengah dikerjakan di Indonesia.


Komponen utama dari percepatan penurunan stunting adalah pemenuhan gizi rumah tangga bahkan sejak sebelum hari kelahiran atau seribu Hari Pertama Kehidupan.

Kata Kurniasi, jika ada 68 persen masyarakat Indonesia tidak mampu menjangkau makanan bergizi maka ini masalah serius dalam upaya penurunan stunting di Indonesia.

"Yang targetnya ambisius 14 persen pada 2024 mendatang," ungkap Kurniasih, Rabu (14/12).

Kurniasih mengingatkan keberhasilan penurunan stunting atau gizi buruk pada balita dimulai dari kemampuan rumah tangga Indonesia untuk bisa mengakses sumber-sumber makanan bergizi dengan harga yang terjangkau.

"Pertama perbaiki tata niaga pangan kita sehingga rakyat bisa mendapat bahan mahanan bergizi yang lebih murah dan terjangkau," sebut Kurniasih.

Ia juga menyerukan kepada seluruh keluarga di Indonesia untuk memprioritaskan pengeluaran bulanan untuk pemenuhan gizi keluarga dibanding pengeluaran lain yang tidak perlu.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya