Berita

Direktur Monitoring KPK, Agung Yudha Wibowo saat memberikan sambutan saat peluncuran hasil SPI 2022 yang diselenggarakan di Gedung Juang pada Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu sore (14/12)/RMOL

Hukum

Jadi yang Terbesar, Survei SPI KPK Libatkan 392.785 Responden

RABU, 14 DESEMBER 2022 | 19:03 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Libatkan 392.785 responden, Survei Penilaian Integritas (SPI) tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dianggap sebagai survei yang terbesar.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Monitoring KPK, Agung Yudha Wibowo saat memberikan sambutan saat peluncuran hasil SPI 2022 yang diselenggarakan di Gedung Juang pada Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu sore (14/12).

Agung mengatakan, SPI merupakan sarana pencegahan korupsi. Karena dengan SPI, bisa memotret sektor-sektor rawan korupsi dalam penyelenggaraan tata kelola yang ada di Kementerian, Lembaga, dan Pemerintah Daerah (KLPD).


"Memasuki tahun kedua SPI yang kita selenggarakan secara massif ini, ada beberapa kecenderungan yang baik. Tadi sudah saya sampaikan, terkait dengan peran serta masyarakat, kesadaran, dan keberanian masyarakat, pemahaman masyarakat yang lebih baik dibandingkan dengan di tahun 2021 yang lalu," ujar Agung.

Hal tersebut kata Agung, tercermin dari peningkatan jumlah responden. Di mana, jumlah responden dan respon rate tahun 2022 mengalami kenaikan sampai dengan 54 persen.

Pada 2021, responden SPI 2021 sebanyak 255.010 orang. Sedangkan pada SPI 2022, menjadi 392.785 responden.
 
"Di sini mungkin hadir para ahli survei, di sini juga banyak teman-teman dari lembaga survei. Mungkin ini adalah responden terbesar, gak tau terbesar di dunia juga mungkin," kata Agung.

Selanjutnya kata Agung, terkait respon rate pada SPI 2022 juga mengalami kenaikan mencapai 18 persen dari WA dan email blast yang disebar. Pada 2021 lalu, WA dan email blast yang disebar hanya kembali tiga persen.

"Itu artinya ada peningkatan 15 persen," kata Agung.

Adapun indeks SPI terbaik kategori kementerian didapat oleh Kementerian Sekretariat Negara dengan skor 85,48; kategori lembaga non-kementerian diraih oleh Bank Indonesia dengan skor 87,28; kategori Pemerintah Provinsi (Pemprov) diraih oleh Pemprov Bali dengan skor 78,82; kategori Pemerintah Kota (Pemkot) diraih oleh Pemkot Madiun dengan skor 83,00; dan kategori Pemerintah Kabupaten (Pemkab) diraih oleh Pemkab Boyolali dengan skor 83,33.

Dari hasil SPI ini, KPK memberikan rekomendasi perbaikan. Pertama, meminimalisir risiko perdagangan pengaruh dengan peraturan dan implementasi penanganan benturan kepentingan; kedua, memaksimalkan kemampuan sistem serta sumber daya internal dalam mendeteksi korupsi; ketiga, optimalisasi pengawasan internal dan eksternal.

Kemudian keempat, sosialisasi, kampanye, dan pelatihan antikorupsi berkala dan berkelanjutan; kelima, pengembangan dan penguatan efektivitas sistem pencegahan berbasiskan IT; keenam, pengembangan sistem pengaduan yang melindungi pelapor.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Aplikasi Digital Berbasis White Label Dukung Operasional KDKMP

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:59

Wamenaker Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Multistrada

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:43

DPD Dorong Kemenko Polkam Lahirkan Peta Jalan Keamanan Papua

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:28

Mengoptimalkan Potensi Blue Ocean Economy

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:53

Wagub Lampung Minta Gapembi Kawal Pemenuhan Standar MBG

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:35

Analis Geopolitik: Tiongkok Berpotensi sebagai Global Stabilizer

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:23

Prabowo dan Tumpukan Uang

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:58

ANTAM Tetap Fokus Jaga Fundamental Bisnis di Tengah Dinamika Global

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:46

Sukseskan Program Nuklir, PKS Dorong Pembentukan Kembali BATAN

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:23

Paradigma Baru Biaya Logistik

Kamis, 14 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya