Berita

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah/Net

Politik

Klaim Cak Imin Benar, Koalisi Pilpres 2024 yang Ada Rawan Bubar

RABU, 14 DESEMBER 2022 | 03:46 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Klaim Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) bahwa koalisinya bersama Partai Gerindra tidak rawan bubar dinilai cukup rasional dan menggambarkan situasi saat ini.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah berpendapat, saat ini situasi masing-masing koalisi belum ada yang kuat. Bagi Dedi, yang terjadi hari ini koalisi sebenarnya untuk saling tarik menarik kekuatan.

"(koalisi) Alat propaganda untuk meningkatkan daya tawar. Tetapi rupanya itu tidak berhasil, karena tiap koalisi yang terbangun tidak dilengkapi tokoh yang cukup kuat untuk diusung," demikian kata Dedi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa malam (13/12).


Menurut Dedi, PKB Gerindra hanya ada Prabowo, dan Muhaimin belum tentu disetujui diusung sebagai Cawapres oleh Gerindra.

Koalisi yang lain seperti Nasdem, jelas Dedi, hanya ada Anies yang menonjol dengan dinamika kandidat Cawapres, terlebih KIB yang sama sekali tidak memiliki tokoh kecuali Airlangga dan itu diprediksi maksimum hanya kandidat Cawapres.

Dalam pandangan Dedi, kondisi seperti saat ini akan membuat koalisi rawan pecah. Rawan bubarnya koalisi itu, akan terjadi saat PDIP menentukan sikap dan ambil keputusan. Apalagi, PDIP menjadi kunci karena mereka satu-satunya yang miliki akses keterusungan tanpa koalisi.

"Atinya tanpa perlu mencari kandidat Capres-Cawapres PDIP bisa mengikuti kontestasi, di sinilah muara perubahan besar itu bisa terjadi. Partai koalisi yang ada bukan tidak mungkin akan terdorong bergabung dengan koalisi yang ada PDIP nya.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

TNI AU Bersama RCAF Kupas Konsep Keselamatan Penerbang

Rabu, 04 Februari 2026 | 02:04

Jokowi Dianggap Justru Bikin Pengaruh Buruk Bagi PSI

Rabu, 04 Februari 2026 | 01:45

Besok Jumat Pandji Diperiksa Polisi soal Materi Mens Rea

Rabu, 04 Februari 2026 | 01:28

Penguatan Bawaslu dan KPU Mendesak untuk Pemilu 2029

Rabu, 04 Februari 2026 | 01:17

Musorprov Ke-XIII KONI DKI Diharapkan Berjalan Tertib dan Lancar

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:56

Polisi Tetapkan Empat Tersangka Penganiaya Banser, Termasuk Habib Bahar

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:41

DPR Minta KKP Bantu VMS ke Nelayan Demi Genjot PNBP

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:17

Kejagung Harus Usut Tuntas Tipihut Era Siti Nurbaya

Selasa, 03 Februari 2026 | 23:49

Begini Alur Terbitnya Red Notice Riza Chalid dari Interpol

Selasa, 03 Februari 2026 | 23:25

Penerapan Notaris Siber Tak Optimal Gegara Terganjal Regulasi

Selasa, 03 Februari 2026 | 23:11

Selengkapnya