Berita

Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron dalam webinar bertajuk "Membangun ASN Modern, Kreatif, dan Berintegritas" di hadapan ratusan ASN Kemenkes, yang hadir secara langsung maupun daring, di Gedung Profesor Sujudi Kemenkes, Jakarta, Rabu (7/12)/Ist

Politik

Dorong Integritas, KPK Minta Menkes Perhatikan Kesejahteraan Tenaga Kesehatan

RABU, 07 DESEMBER 2022 | 21:39 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Rawan korupsi, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin diminta untuk meningkatkan kesejahteraan insan kesehatan agar menjaga integritas dalam menjalankan kewenangannya. Sebab, kesehatan merupakan sektor yang penting bagi kelangsungan kehidupan negara dan masyarakat.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron dalam webinar bertajuk "Membangun ASN Modern, Kreatif, dan Berintegritas" di hadapan ratusan ASN Kemenkes, yang hadir secara langsung maupun daring, di Gedung Profesor Sujudi Kemenkes, Jakarta, Rabu (7/12).

Dalam paparannya, Ghufron mengatakan bahwa, mimpi masyarakat Indonesia yang sehat hanya dapat terwujud jika insan kesehatan menjaga integritasnya. Yaitu dengan selalu bersikap jujur, mandiri, tanggung Jawab, berani, sederhana, peduli, disiplin, adil dan kerja keras.


"Visi Kemenkes, mewujudkan Indonesia Sehat, tidak akan terwujud kalau praktik tidak berintegritas masih ada. Maka dari itu, mari kita sadar, apa yang kita lakukan bukan hanya untuk diri kita sendiri, apalagi insan kesehatan, tapi untuk masyarakat, negara, melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dari sakit, dari Covid dan penyakit lainnya," ujar Ghufron.

Oleh karenanya, Ghufron meminta dilakukan penguatan integritas insan kesehatan, terutama dari tata nilai, tata kelola dan tata sejahtera.

Tata nilai yaitu karakter integritas yang sudah ditanamkan pada diri seseorang sejak masa pendidikan hingga sekarang. Lalu tata kelola, yaitu integritas yang terbentuk dari lingkungan kerja yang mendukung praktik tersebut.

"Selanjutnya tata sejahtera, kalau tidak cukup kebutuhannya, orang akan maksa 'nyuri-nyuri' memenuhi kebutuhan. Ada sistem penggajian yang jelas dan cukup. Ini yang mampu merawat integritas. Tidak cukup hanya ceramah, tapi orangnya tidak berintegritas, tata kelola sistemnya buruk, urusan kesejahteraannya kurang, maka rawan korupsi juga," kata Ghufron.

Untuk itu, Ghufron menegaskan, penanaman integritas pada insan kesehatan perlu dibarengi hal lainnya. Pihaknya juga rutin mengukur dan memberikan masukan agar terhindar dari risiko korupsi di Kemenkes melalui Survei Penilaian Integritas (SPI).

Pada tahun 2021, hasil pengukuran SPI Kemenkes memperoleh skor 76,79 atau di atas skor rerata nasional sebesar 72,43. Dari skor tersebut, 25 persen responden pernah mengalami praktik pungli, 29,4 persen responden menilai proses pemilihan PBJ telah diatur untuk memenangkan pihak tertentu dan temuan lainnya.

Menanggapi hal tersebut, Menkes Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa, penilaian SPI KPK terhadap Kemenkes harus ditanggapi secara positif. Karena, hal itu menjadi kesempatan besar untuk melakukan perbaikan dan perubahan budaya kerja yang lebih berintegritas.

"Kita harus merefleksikan diri atas penilaian itu. Karena untuk bisa melakukan transformasi kesehatan nasional, kita harus transformasi Kementerian Kesehatan terlebih dulu. Kalau ini berhasil, hasilnya akan sustainable," kata Budi.

Untuk itu, Budi meminta agar ASN di instansinya menjalankan budaya kerja yang berintegritas. Caranya tak hanya dengan banyak slogan maupun poster, tapi dengan menanamkan integritas di dalam diri.

"Untuk mengubah budaya kerja butuh waktu yang lama. Tidak bisa hanya diajarkan dengan kehadiran pembicara guru besar, profesor. Tapi harus diajarkan oleh atasan kerjanya langsung, diajarkan di tempat kerja," jelas Budi.

Di samping itu, Budi juga mengimbau para ASN di instansinya menjaga profesionalitas dalam bekerja.

"Saya rasa budaya professional, budaya integritas itu penting, antikorupsi masuk di situ. Kita kerja tidak ada conflict of interest, kita kerja dengan baik, melayani itu manfaatnya besar banget," terang Budi.

Menutup kegiatan tersebut, Wakil Ketua KPK memberikan penghargaan kepada lima ahli pembangunan integritas eksekutif di lingkungan Kemenkes. Kemudian, diberikan juga 10 penghargaan terkait e-Learning pengetahuan antikorupsi dasar dan integritas kepada ASN Kemenkes.

Harapannya, penghargaan tersebut dapat memotivasi ASN Kemenkes untuk terus menjalankan praktik antikorupsi di lingkungan kerjanya masing-masing.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Kopilot Malaysia Ngaku Diupah Rp220 Juta Selundupkan 26 Kg Ekstasi ke Jakarta

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:20

Merdeka dalam Keserakahan: Ilusi Kemerdekaan di Usia 81 Tahun

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:02

Polda Metro Masih Selidiki Dugaan Pencabulan oleh Oknum Pendeta

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:52

Loyalis Anies Dicecar KPK soal Jual Beli Properti di Kasus TPPU Rita Widyasari

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:25

Begini Respons Deddy Sitorus Usai Dilaporkan KWP ke MKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:02

Warga Tuban Terdampak Debu Pabrik, Semen Indonesia Mangkir Dipanggil DPRD

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:11

Terjang Ombak, Dedikasi Mantri BRI Buka Jalan Akses Finansial Pulau Seram

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:02

Bea Cukai Ciduk Kopilot Kurir Narkoba, Duit Negara Rp207,9 Miliar Selamat

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:41

Transformasi Danantara Dongkrak Pendapatan Telkom hingga Tembus Rp75,9 Triliun

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:22

Polda Metro Jaya Cokok 728 Tersangka Curanmor

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:06

Selengkapnya