Berita

Ketua KPK Firli Bahuri sat bertandang ke Perbanas Institute/RMOL

Hukum

Masih Ada Masalah di Sektor Pendidikan, Firli Bahuri Tekankan Pencegahan Melalui Pembangunan Integritas

SELASA, 06 DESEMBER 2022 | 21:11 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Peran perguruan tinggi dianggap sangat penting sebagai penggerak pertumbuhan berkelanjutan dengan persiapan sumber daya kreatif dan sumber daya manusia. Mengingat, masih ditemui masalah integritas pada sektor pendidikan.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri saat memberikan kuliah umum dan menghadiri acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara KPK dan Perbanas Institute.

Kegiatan dengan tajuk "Peran Kampus Dalam Pencegahan Korupsi" dilakukan dalam rangka memberikan edukasi terkait pencegahan korupsi kepada para mahasiswa dan sivitas kampus yang dilaksanakan di Kampus Perbanas Institut Jakarta, Selasa (6/12).


Dalam paparannya, Firli mengatakan bahwa, pendidikan menjadi fokus penting dalam menghasilkan sumber daya manusia yang berintegritas.

Namun faktanya, saat ini masih ditemui masalah integritas pada sektor pendidikan. Oleh karena itu, peran perguruan tinggi dianggap sangat penting sebagai penggerak pertumbuhan berkelanjutan, dengan persiapan sumber daya kreatif dan sumber daya manusia.

"Perlu adanya pencegahan melalui pembangunan integritas di jejaring pendidikan sebagai hal yang fundamental. Kemudian sebagai calon pemimpin bangsa, kami berharap para pemuda harus bisa menanamkan sikap antikorupsi pada setiap kehidupan, sebab pemuda memiliki peran penting dalam pemberantasan korupsi," ujar Firli.

Selain itu kata Firli, permasalahan lain yang ada saat ini adalah bahwa integritas semakin terdesak dari pendidikan. Salah satu faktor penyebabnya adalah pola pikir bahwa pendidikan bukan lagi untuk meningkatkan ilmu, namun sekadar pemenuhan syarat untuk mencari pekerjaan, tunjangan dan kepentingan naik jabatan.

Untuk itu, KPK berharap perguruan tinggi dapat menjadi ekosistem yang meneladani integritas. Peran tersebut dapat dimulai dengan cara yang sederhana, seperti menanamkan dalam diri bahwa tindakan korupsi merupakan tindakan yang merugikan negara dan masyarakat.

"Karena dalam menjalankan tugas, KPK memerlukan dukungan dari segenap pihak termasuk perguruan tinggi, agar pemberantasan korupsi yang dilakukan dapat memberikan dampak yang signifikan. Salah satunya dengan pendidikan, bahwa kita bisa bersama-sama menanamkan nilai-nilai integritas dan antikorupsi kepada seluruh masyarakat Indonesia," jelas Firli.

Menutup sambutannya, Firli menyampaikan terimakasih kepada Perbanas Institute yang sudah mengadakan kegiatan kuliah umum, karena hal tersebut sangat berharga dalam rangka upaya membersihkan Indonesia dalam praktik-praktik korupsi.

Serta, apresiasi untuk Perbanas Institute yang sudah berdiri selama 53 tahun dan memberikan andil besar untuk negara dalam rangka mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Rektor Perbanas Institute, Hermanto Siregar menyampaikan ucapan terima kasih kepada KPK yang dapat hadir dan memberikan kuliah umum terkait peran kampus dalam pencegahan korupsi.

Karena, melalui kegiatan ini Perbanas Institute bisa ikut serta ke dalam salah satu bagian dari strategi pemberantasan dan pencegahan korupsi KPK.

"Sehingga, dapat terciptanya ekosistem budaya antikorupsi dalam membangun karakter generasi muda kepada seluruh masyarakat agar generasi mendatang tidak melakukan tindak pidana korupsi. Selain itu, diharapkan juga dapat memahami dengan jelas perilaku korupsi merupakan tindakan kejahatan yang dapat merusak nilai integritas pada diri seseorang," kata Hermanto.

Selain itu menurut Hermanto, membentuk budaya intergitas yang baik tentu membutuhkan waktu dan tidak bisa dalam waktu sekejap. Oleh karenanya, pendidikan memiliki peran penting dan sekali lagi diharapkan setelah kegiatan ini, Perbanas Intitute dapat bekerja sama dengan KPK dalam upaya mencegah praktik-praktik tindak pidana korupsi.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

KPK Panggil Beni Saputra Markus di Kejari Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 13:09

UPDATE

Kemenhut Sebut Kejagung Hanya Mencocokkan Data, Bukan Penggeledahan

Kamis, 08 Januari 2026 | 00:04

Strategi Maritim Mutlak Diperlukan Hadapi Ketidakpastian di 2026

Rabu, 07 Januari 2026 | 23:49

Komplotan Curanmor Nekat Tembak Warga Usai Dipergoki

Rabu, 07 Januari 2026 | 23:30

Pemuda Katolik Ajak Umat Bangun Kebaikan untuk Dunia dan Indonesia

Rabu, 07 Januari 2026 | 23:01

PDIP Tolak Pilkada Lewat DPRD karena Tak Mau Tinggalkan Rakyat

Rabu, 07 Januari 2026 | 22:39

Penjelasan Wakil Ketua DPRD MQ Iswara Soal Tunda Bayar Infrastruktur Pemprov Jabar

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:56

Kejagung Geledah Kantor Kemenhut terkait Kasus yang Di-SP3 KPK

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:39

84 Persen Gen Z Tolak Pilkada Lewat DPRD

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:33

Draf Perpres TNI Atasi Terorisme Perlu Dikaji Ulang

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:09

Harta Anggota KPU DKI Astri Megatari Tembus Rp7,9 Miliar

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:07

Selengkapnya