Berita

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, M Said Didu/Net

Politik

Said Didu: Pemerintah Jokowi Menjual "Negara" Demi Pindahkan Ibukota

SELASA, 06 DESEMBER 2022 | 11:49 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pemerintahan Joko Widodo dianggap harus menjual "negara" demi mewujudkan keinginan memindahkan Ibukota dari Jakarta ke Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi Ibukota Negara (IKN) Nusantara.

Hal itu disampaikan oleh mantan Sekretaris Kementerian BUMN, M Said Didu, dalam video yang diunggah di kanal YouTube MSD berjudul "Pemerintah Sudah Kehilangan Akal. Aturan2 IKN Diubah Demi Investor" pada Senin (5/12).

Said mengatakan, sesuai dengan hipotesa awal, IKN akan dimiliki oleh swasta dan pemerintah Indonesia akan menyewa.


"Dan pemerintah sekarang sudah menunjukkan bahwa betul-betul sudah tidak mampu membiayai pembangunan Ibukota Negara baru, sehingga harus menjual 'negara' demi terwujudnya keinginan untuk memindahkan Ibukota," ujar Said seperti dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (6/12).

Bahkan, Said menilai, pemerintah sudah kehilangan akal. Karena, aturan-aturan diubah demi memenuhi tuntutan investor.

"Saya takutnya, pemerintah ini terjebak seakan-akan dia menjadi developer. Jadi saya menyatakan sekarang, otoritas sekarang itu sudah bagaikan developer otoritas pembangunan Ibukota Negara, dan pemerintah adalah pemilik daripada perusahaan, itu sudah begitu konsep pembangunan Ibukota baru," papar Said.

Said pun menyoroti pernyataan Presiden Joko Widodo soal oversubscribe. Menurut Said, yang dimaksud oversubscribe adalah kelebihan penawaran terhadap sesuatu barang yang ditawarkan.

"Berarti presiden sudah menawarkan Ibukota Negara ini tanpa rakyat tahu apa yang ditawarkan, seperti apa penawarannya, kerugian negara yang terjadi seperti apa, persetujuan DPR seperti apa, apa saja yang diberikan ke investor. Nah ini menurut saya adalah, pelanggaran yang sangat nyata karena sudah menyatakan oversubscribe. Artinya pemerintah sedang menjual loh, dan pembelinya sudah dapat, melebih," jelas Said.

Hal tersebut merupakan sesuatu yang berbahaya jika dibiarkan. Karena, bukan tidak mungkin daerah-daerah lain juga dilakukan seperti itu.

"Jadi saya menyatakan, pernyataan Bapak Presiden bahwa daerah inti Ibukota Negara baru sudah oversubscribe adalah pernyataan seorang kepala negara yang menyatakan saya sedang menjual negara tanpa rakyat tahu. Ini sangat berbahaya," tegas Said.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Kopilot Malaysia Ngaku Diupah Rp220 Juta Selundupkan 26 Kg Ekstasi ke Jakarta

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:20

Merdeka dalam Keserakahan: Ilusi Kemerdekaan di Usia 81 Tahun

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:02

Polda Metro Masih Selidiki Dugaan Pencabulan oleh Oknum Pendeta

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:52

Loyalis Anies Dicecar KPK soal Jual Beli Properti di Kasus TPPU Rita Widyasari

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:25

Begini Respons Deddy Sitorus Usai Dilaporkan KWP ke MKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:02

Warga Tuban Terdampak Debu Pabrik, Semen Indonesia Mangkir Dipanggil DPRD

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:11

Terjang Ombak, Dedikasi Mantri BRI Buka Jalan Akses Finansial Pulau Seram

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:02

Bea Cukai Ciduk Kopilot Kurir Narkoba, Duit Negara Rp207,9 Miliar Selamat

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:41

Transformasi Danantara Dongkrak Pendapatan Telkom hingga Tembus Rp75,9 Triliun

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:22

Polda Metro Jaya Cokok 728 Tersangka Curanmor

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:06

Selengkapnya