Berita

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dalam Konsolidasi Nasional (Konsolnas) Kesiapan Pelaksanaan Pemilu Serentak 2024 di Ancol, Jakarta Utara/Net

Politik

Jokowi: Pemilu Serentak Bukan Pekerjaan Mudah!

JUMAT, 02 DESEMBER 2022 | 11:15 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) dan pemilihan kepala daerah (pilkada) yang digelar secara serentak di seluruh Indonesia pada tahun 2024 bukan agenda mudah.

"Ini bukan pekerjaan yang mudah. Ini pekerjaan besar yang sangat menentukan masa depan bangsa kita, masa depan negara kita dengan melibatkan jumlah pemilih yang sangat besar," ujar Presiden Joko Widodo dalam acara Konsolidasi Nasional (Konsolnas) Kesiapan Pelaksanaan Pemilu Serentak 2024 di Ancol, Jakarta Utara, Jumat pagi (2/12).

Berdasarkan hitungan terakhir jumlah pemilih yang diperoleh dari informasi Komisi Pemilihan Umum (KPU), ada 189 juta pemilih yang akan nyoblos pada saat waktu yang sama.


"Kira-kira diberi waktu 6 jam, jam 07.00 sampai nanti jam 01.00," sambung Jokowi memaparkan.

Menurutnya, mengelola pelaksanaan pemilu dan pilkada secara serentak ini tidak mudah, mengingat wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini sangat luas dengan kondisi geografis yang sangat beragam, sangat berbeda dengan negara lain.

"Bayangkan, kita harus pergi ke 17.000 pulau ada yang naik perahu, ada yang naik kapal, tadi harus didukung untuk distribusi logistik oleh TNI, oleh Polri, karena memang Medannya Medan yang tidak mudah," urainya.

Ditambahkan Jokowi, kondisi geografis tersebut juga menjadi tantangan dalam pendistribusian logistik pemilu.

"Saya menyadari betul keadaan lapangan," demikian Jokowi.

Turut hadir dalam acara Ketua KPU RI Hasyim Asyari, Mendagri M. Tito Karnavian, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Ketua Bawaslu Rahmat Bagja, Ketua DKPP Heddy Lugito, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

UPDATE

Andrie Yunus Binaan Soleman Ponto

Senin, 23 Maret 2026 | 04:10

Yaqut Berpeluang Pengaruhi Saksi saat Jadi Tahanan Rumah

Senin, 23 Maret 2026 | 04:06

Ada Skenario Guncang Prabowo Lewat Dana George Soros

Senin, 23 Maret 2026 | 03:49

Pimpinan KPK Didesak Buka Suara soal Tekanan Politik terkait Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 03:13

Prabowo Telepon Erdogan-MBS saat Idulfitri

Senin, 23 Maret 2026 | 03:05

Yaqut Jadi Tahanan Rumah Benar Secara Aturan, tapi Cederai Rasa Keadilan

Senin, 23 Maret 2026 | 02:18

Kaum Flagelata dan Ekstremisme Religius di Tengah Krisis Abad Pertengahan Eropa

Senin, 23 Maret 2026 | 02:08

Alasan KPK soal Pengalihan Penahanan Yaqut Janggal

Senin, 23 Maret 2026 | 02:00

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Sahroni Kritik Polisi Slow Response Tanggapi Laporan Warga

Senin, 23 Maret 2026 | 01:22

Selengkapnya