Berita

Irma Hutabarat membahas melalui kanal Youtube soal dugaan uang Rp 100 triliun di rekening BNI Brigadir J/Repro

Politik

BNI Buka Suara soal Rp 100 Triliun di Rekening Nofriansyah Yosua yang Dibahas Irma Hutabarat

JUMAT, 25 NOVEMBER 2022 | 17:50 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Terkait saldo rekening milik Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir Yosua senilai Rp 100 triliun yang sempat dibahas oleh Aktivis Irma Hutabarat, pihak Bank Negara Indonesia (BNI) akhirnya memberikan penjelasan.

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo mengatakan, beberapa dokumen yang disampaikan di kanal Youtube Irma Hutabarat-Horas Inang ialah Berita Acara Penghentian Sementara Transaksi dan Surat Pemberitahuan kepada nasabah.

"Dokumen tersebut merupakan dokumen berita acara penghentian sementara transaksi bank yang harus dibuat sesuai dengan yang disyaratkan maupun dalam format berdasarkan Peraturan PPATK No. 18 Tahun 2017," ujar Okki, dalam keterangannya, Jumat (25/11).


Okki menjelaskan, penyebutan nilai nominal dalam format berita acara tersebut merupakan nilai pemblokiran atau penghentian sementara transaksi dengan nominal angka maksimum. Artinya kata Okki, nominal tersebut bukanlah transaksi maupun saldo rekening milik Brigadir Yosua.

"Oleh karena itu perlu kami luruskan dan tegaskan di sini bahwa nilai nominal dalam dokumen berita acara tersebut bukanlah nominal transaksi ataupun saldo rekening nasabah, sebagaimana dibahas dalam kanal youtube tersebut," kata Okki.

Sebagai salah satu bank milik negara, Okki menekankan, pihaknya selalu mendukung proses hukum dalam mencari fakta dan keadilan. Untuk itu, Okki memastikan, seluruh pelayanan BNI telah dijalankan sesuai dengan kaidah yang berlaku.

"Kami memastikan seluruh pelayanan transaksi BNI telah dijalankan sesuai dengan kaidah-kaidah yang telah ditetapkan pihak otoritas dan ketentuan yang berlaku," pungkas Okki.

Dokumen soal nominal Rp 100 triliun dibahas oleh Aktivis Irma Hutabarat dengan Ketua LMR RI, Glenn Tumbelaka dalam video yang diunggah di kanal YouTube Irma Hutabarat-Horas Inang berjudul "Berapa Isi Rekening Josua di BNI? Triliunan?" yang diunggah pada Kamis (24/11).

Dalam video itu, Irma membeberkan informasi bahwa adanya surat yang diterima keluarga Brigadir Yosua dari BNI Cabang Cibinong, Bogor, Jawa Barat.

Surat ini berupa Berita Acara Penghentian Sementara Transaksi yang tertanggal 18 Agustus 2022 dengan ditandatangani oleh Anita Amalia Dwi Agustine selaku Asisten PNC BNI. Anita sendiri juga merupakan saksi dalam kasus pembunuhan terhadap Brigadir Yosua yang menjerat mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo dkk.

Dalam surat berita acara itu, disebutkan nilai nominal mencapai Rp 99.999.999.999.999 dengan jenis transaksi debet. Angka tersebut yang diduga sebagai saldo ataupun transaksi dari rekening Brigadir Yosua.

Surat berita acara penghentian sementara transaksi tersebut tercantum berdasarkan surat permintaan PPATK Nomor SR/9051/AT.05.01/VIII/2022. Rekening dihentikan atau dibekukan dalam kurun waktu lima hari sejak 18 Agustus 2022.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya