Berita

Ilustrasi/Net

Pertahanan

Aksi Terorisme Hilangkan Nyawa dan Merusak Demokrasi

KAMIS, 24 NOVEMBER 2022 | 22:46 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Tindakan terorisme merupakam pemaksaan kehendak sekelompok orang dengan menghilangkan nyawa orang lain seperti dilakukan dalam insiden di Mumbay 2008 yang menelan korban 165 orang meninggal. Lashkar-e-Taiba (LeT) dalam aksi teror di Mumbai melakukan serangan di berbagai tempat selama tiga hari.

“Mereka ingin memaksakan keinginannya terhadap pemerintah India,” kata Letjen (Purn) Shokin Chauhan dalam Seminar International bertajuk “Dangers of Terrorism: Commemorating the Tragedy of 26/11 Mumbai Terror Attacks yang digelar secara hybrid di lingkungan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), pada Kamis (24/11).

Di sisi lain, Shokin menyebut aksi terorisme tersebut berdampak secara politik. Tidak hanya korban yang jatuh namun setelah serangan terorisme itulah akibat yang dirasakan oleh masyarakat India. Pemaksaan inilah yang bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi karena sesungguhnya keinginan sebuah kelompok dapat dibicarakan dalam lingkup India sebagai negara demokrasi.


Bahkan, Shokin Chauhan menilai tindakan terorisme telah mengakibatkan ancaman perang diantara India dan Pakistan.

“Semula Pakistan membantah dari negaranya namun kemudian mengkuia anggota Lashkar-e-Taiba (LeT) berasal dari negaranya. Dimensi inilah yang menyebabkan konflik baru diantara India dan Pakistan selain masalah Kashmir,” kata dia.

Sementara itu, Dosen FISIP UMJ Sri Yunanto dari membenarkan pandangan Letjen (Purn) Shokin adanya hubungan India dan Pakistan yang memburuk akibat tindak terorisme di Mumbai waktu itu. Disebutkan alasan memburuknya hubungan karena tuduhan bahwa Dinas Intelijen Pakistan mendukung dan melatih  Lashkar-e-Taiba (LeT).

Sementara, peneliti senior Fellow at CSEAS Indonesia Veeramalla Anjaiah menjelaskan, serangan terhadap Mumbai yang menelan korban banyak itu dilakukan tiga hari dalam lima gelombang. Gelombang pertama dilakukan Ismail Khan di Stasiun Kereta Api Chatpathi Shivaji. Gelombang kedua serangan berlangsung di kafe Leopol. Serangan ketiga di Hotel Taj Mahal. Serangan keempat di Hotel Oberai dan Trident. Serangan kelima di Rumah Nariman.

Veeramalah berharap tragedi Mumbai ini tidak dilupakan begitu saja.

“Selain itu keadilan terhadap para pelaku masih harus terus diupayakan sebagai penghormatan terhadap korban tindak terorisme,” tegasnya.

Di bagian lain, Direktur Deradikalisasi Badan Penanggulangan Terorisme (BNPT) Irfan Idris, menjelaskan belajar dari berbagai tindak terorisme baik di Mumbai India dan sejak bom Bali, Indonesia memiliki Strategi Nasional Pencegahan Terorisme melalui UU 5/2018. Dalam UU ini disebutkan bahwa pencegahan tindak terorisme melalui pendekatan soft power dan hard power.

“Pelaksanaan program deradikalisasi di Lapas dilakukan secara terpadu, sistematis, dan berkesinambungan sepanjang tahun 2022 dengan menempatkan personel dari Subdit Pengembangan Lapas di wilayah Nusakambangan dan Gunung Sindur,” katanya.

Ditambahkannya, pelaksanaan Program Deradikalisasi melalui Keluarga, Tersangka, Terdakwa, dan Narapidana, (Tahanan Teroris) dilakukan untuk memberikan penghargaan kepada narapidana yang telah kooperatif menghadirkan keluarganya.

Sementara itu, mereka akan diberikan penguatan wawasan keagamaan, psikologis, dan wawasan kebangsaan yang diselenggarakan di Rumah Singgah yang disiapkan oleh BNPT.

Menurut Irfan, sebagai salah satu program Reedukasi khususnya bidang keagamaan, Pembinaan Bahasa Arab membekali narapidana untuk memahami teks-teks agama dan keterampilan dasar bahasa Arab (kitabah/menulis, qiroah/membaca, sima'ah/menyimak dan kalam/berbicara).

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Sekolah Rakyat Jadi Senjata Putus Rantai Kemiskinan

Sabtu, 18 April 2026 | 20:05

Megawati: Lemhannas Bukan Lembaga Pencetak Sertifikat

Sabtu, 18 April 2026 | 19:36

Bahaya Judi Online, Hadir Seperti Permainan dengan Keuntungan

Sabtu, 18 April 2026 | 19:09

Sidak Gudang Bulog, Prabowo Cek Langsung Stok Beras di Magelang

Sabtu, 18 April 2026 | 18:52

Megawati Minta Hak Veto PBB Dihapus, Pancasila Masuk Piagam Dunia

Sabtu, 18 April 2026 | 18:27

Perempuan Bangsa Gelar Aksi Nyata Tanam Pohon untuk Jaga Lingkungan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:43

Perjuangan Fraksi PKB untuk Pesantren Berbuah Penghargaan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:10

PDIP: Jangan Sampai Indonesia Dianggap Proksi Kekuatan Global

Sabtu, 18 April 2026 | 16:37

wondr Kemala Run 2026, Peserta Berlari Sambil Berbagi

Sabtu, 18 April 2026 | 16:21

Menggugat Algoritma, Pentingnya Lampaui Dogmatisme Hukum Klasik

Sabtu, 18 April 2026 | 15:48

Selengkapnya