Berita

Perempuan Afghanistan/Net

Dunia

Taliban Larang Perempuan Pergi ke Taman dan Gym

JUMAT, 11 NOVEMBER 2022 | 18:40 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pembatasan terbaru pada hak dan kebebasan perempuan kembali dikeluarkan Afghanistan dengan melarang mereka datang ke taman dan pusat kebugaran atau gym. Aturan ini telah diberlakukan pekan ini.

Jurubicara Kementerian Kebajikan dan Perwakilan Taliban, Mohammed Akef Mohajer pada Jumat (11/11) mengatakan keputusan itu diambil karena orang-orang mengabaikan aturan pemisahan gender dan perempuan juga kerap tidak mengenakan jilbab atau hijab yang diwajibkan di tempat umum.

"Selama 15 bulan Taliban telah berupaya agar taman dan pusat kebugaran untuk wanita tidak ditutup dengan memisahkan mereka di hari yang berbeda. Tapi, sayangnya, perintah itu tidak dipatuhi dan aturan dilanggar, dan kami harus menutup taman dan gym untuk wanita," kata Mohajer seperti dimuat Associated Press.


Mohajer menyebut petugas Taliban akan dikerahkan untuk memantau lebih lanjut mengenai aturan pelarangan tersebut, dan akan berjaga di taman maupun di pusat olah raga Afghanistan.

Aktivis perempuan yang berbasis di Kabul, Sodaba Nazhand mengecam tindakan tersebut karena tidak hanya membatasi perempuan ke sarana publik, tetapi juga akan menghambat anak-anak pergi ke taman bersama ibu atau kaka perempuannya.

"Ini bukan hanya larangan untuk perempuan, tapi juga untuk anak-anak. Anak-anak pergi ke taman dengan ibu mereka, sekarang anak-anak juga dilarang pergi ke taman. Ini sangat menyedihkan dan tidak adil," ungkap Sodaba Nazhand.

Sejak setahun setelah merebut kembali Afgahnistan, Taliban telah menutup sekolah dan melarang anak perempuan dari sekolah menengah dan sekolah menengah.

Kesempatan perempuan untuk bekerja juga sangat dibatasi dan mereka diharuskan mengenakan pakaian dari kepala sampai ujung kaki di depan umum.

Taliban meminta para wanita untuk mempercayai bahwa mereka akan dihargai dengan aturan Islam. Namun di antara penduduk perempuan Kabul, kepercayaan pada kelompok penakluk sangat sulit ditemukan.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Penumpang Melonjak di Libur Sekolah, Whoosh Hadirkan Promo Wisata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:57

Razman Dieksekusi

Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:29

Purbaya Bantah Restitusi Pajak Ditahan, Tuding Ada Permainan Oknum DJP

Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:51

Dari Kandang ke Kanopi Hutan: Tiga Orangutan Hasil Rehabilitasi Kembali ke Alam Liar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:45

Perjalanan Tengkar KH Miftachul Akhyar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:52

Punya Integritas, Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:34

Terus Meningkat, Mayoritas Publik Tak Puas Kinerja Wapres Gibran

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:22

Dikuasai Gaya Hidup, Pasar Indonesia Diincar Asing

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:41

Polisi Tangkap Perantara Jual Beli Sabu 1 Kg di Pasar Baru

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:29

JK Resmikan Pembangunan Masjid Hajjah Yuliana Bekas Kantor Polisi di Melbourne

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:00

Selengkapnya