Berita

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Anggia Ermarini/Net

Politik

Pimpinan Komisi IV Siap Mulai Lagi Pembahasan RUU KSDAE untuk Jamin Kawasan Lindung dan Konservasi

SENIN, 07 NOVEMBER 2022 | 23:40 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Proposal untuk melindungi dan melestarikan setidaknya 30 persen dari daratan dan lautan pada tahun 2030 telah menjadi salah satu elemen utama dari strategi keanekaragaman hayati global yang akan difinalisasi pada Konferensi Keanekaragaman Hayati PBB atau COP15.

Untuk mendalami pentingnya menjaga keanekaragaman hayati khususnya di Indonesia, Kaukus Kelautan DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) tentang nilai kawasan lindung dan konservasi darat serta laut dalam persiapan COP15 bersama sejumlah pakar. Termasuk juga, dalam RDPU itu dibahas bagaimana penyusunan legislasi kebijakan publik pendukungnya.

Dikatakan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Anggia Ermarini, masyarakat lokal adalah penjaga utama keanekaragaman hayati dan memainkan peran penting dalam kawasan lindung di daerahnya.


Dia juga meminta pemerintah mendukung semua pemangku kepentingan dan bekerja untuk memastikan pengelolaan kawasan lindung yang efektif untuk mencapai tujuan keanekaragaman hayati, iklim, dan kesejahteraan masyarakat.

Kata legislator PKB itu, Komisi IV menyambut baik argumen positif untuk kawasan lindung dan konservasi, termasuk proposal global 30x30, dan akan memulai kembali pembahasan RUU tentang Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistem Alam (RUU KSDAE).

Pada kesempatan sama,  Guru Besar Fakultas Kelautan dan Ilmu Pengetahuan IPB Rokhmin Dahuri, mengulas tantangan sosial ekonomi masyarakat Indonesia.

Menurutnya, ekonomi sosial masyarakat menunjukkan bahwa ada ruang bagi ekosistem dan sumber daya laut untuk berkontribusi terhadap manfaat sosial ekonomi.

"Indonesia membutuhkan peningkatan sumber daya manusia, infrastruktur, fasilitas, dan anggaran untuk memilih, merancang, dan mengoperasionalkan lebih banyak unit Kawasan Konservasi Perairan (KKP) di seluruh negeri," ujar Rokhmin Dahuri.

"Sehingga total luas KKP memenuhi 30 persen dari total perairan laut Indonesia pada tahun 2045," imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Institute for Global Strategy and Competitiveness, Sunway University Pervaiz K. Ahmed,  menegaskan perlunya mengatasi eksternalitas negatif dari perubahan iklim, yang akan paling mempengaruhi Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia.

"Indonesia dapat memperoleh manfaat sosial ekonomi senilai 1 triliun dolar dari Kawasan Konservasi yang menggarisbawahi satu lagi alasan mengapa Indonesia harus membantu berkontribusi pada tujuan global 30x30," tandasnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya