Berita

Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani/Net

Politik

Megawati Jangan Ragu Capreskan Puan, Jangan Lagi Tunjuk Petugas Partai yang Ganggu Trah Soekarno

SENIN, 07 NOVEMBER 2022 | 15:30 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Puan Maharani diyakini akan mempertahankan ideologi Soekarno jika diusung sebagai calon presiden (capres) PDI Perjuangan. Mengingat, jika tiket capres diserahkan ke petugas partai lain, diyakini akan gagal untuk membela PDIP.

Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi mengatakan, Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawati Soekarnoputri seharusnya segera menetapkan Puan sebagai capres. Argumentasinya, dengan menetapkan Puan Capres, dipastikan akan didukung oleh kader dan mesin partai.

"Apalagi dalam survei PDIP teratas. Dengan itu, Mbak Mega enggak perlu ragu untuk capreskan Puan," ujar Muslim kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (7/11).


Secara ideologis kata Muslim, Puan akan mempertahankan ideologi Soekarno, dibandingkan petugas partai yang selama ini gagal bela PDIP.

"Kegagalan Megawati yang jadikan petugas partai sebagai presiden selama delapan tahun ini lebih banyak ciptakan konflik dengan PDIP. Jadi, sebaiknya jangan lagi petugas partai lagi yang dicapreskan. Bisa berakibat fatal," kata Muslmi.

Bahkan kata Muslim, secara ideologis saat ini trah Soekarno akan lenyap, demikian juga partai akan direbut oleh kekuatan yang berada di belakangnya jika Megawati memaksakan Ganjar Pranowo sebagai capres PDIP.

Menurut Muslim, jika tetap memaksakan Ganjar, akibatnya akan fatal. Karena yang berada di belakang Ganjar itu oligarki yang selama ini berada di belakang Jokowi.

"Jadi sebaiknya Puan saja saja segera ditetapkan sebagai capres PDIP, jangan Ganjar," pungkas Muslim.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya