Berita

Jurubicara PKS M. Kholid/Net

Politik

Soal Kemungkinan Tinggalkan Nasdem dan Demokrat, PKS: Kami Optimis akan Temukan Jalan Terbaik

MINGGU, 06 NOVEMBER 2022 | 21:23 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Perdebatan mengenai calon pendamping Anies Baswedan di antara Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Nasdem, dan Demokrat tampaknya masih belum menemui titik terang. PKS telah menyerahkan nama mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan atau Aher, sementara Demokrat menginginkan posisi tersebut untuk Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Di tengah perdebatan ini, jurubicara PKS M. Kholid mengatakan saat ini pihaknya bersama Nasdem dan Demokrat sedang membahas kriteria cawapres yang tepat, termasuk tata cara atau mekanisme pengambilan keputusan untuk pendamping Anies.

"Kalau kriteria dan mekanisme pengambilan keputusan disepakati, baik PKS, Nasdem, dan Demokrat sama-sama berkomitmen untuk menerima hasil keputusan tersebut untuk diputuskan sesuai mekanisme internal partai,” kata M. Kholid kepada wartawan, Minggu (6/11).


Disinggung mengenai kemungkinan PKS yang akan meninggalkan koalisi Nasdem dan Demokrat jika Aher tidak dipilih, M. Kholid mengatakan saat ini tiga partai tersebut berkomunikasi secara intens dan menghormati keputusan masing-masing partai.

"Kami merasa proses komunikasi di Koalisi Perubahan berlangsung sangat kondusif, guyub, dan  saling menghormati sikap masing-masing. Perjalanan di Koalisi Perubahan sudah 90 persen, jadi sudah banyak hal yang disepakati. Kami optimis akan menemukan jalan yang terbaik,”ujarnya.

Pihaknya tidak mau berandai-andai mengenai calon pendamping Anies Baswedan apakah akan diambil dari PKS atau pihak lain.

“Kita lalui saja prosesnya dengan rasional dan obyektif sesuai dengan kesepakatan. Baik PKS, Nasdem dan Demokrat sama sama berjuang mencari titik temu bukan titik tolak. Kalau semangatnya titik temu, maka akan ada kata sepakat, terbuka jalannya,” tutupnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

KPK Panggil Beni Saputra Markus di Kejari Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 13:09

UPDATE

Kemenhut Sebut Kejagung Hanya Mencocokkan Data, Bukan Penggeledahan

Kamis, 08 Januari 2026 | 00:04

Strategi Maritim Mutlak Diperlukan Hadapi Ketidakpastian di 2026

Rabu, 07 Januari 2026 | 23:49

Komplotan Curanmor Nekat Tembak Warga Usai Dipergoki

Rabu, 07 Januari 2026 | 23:30

Pemuda Katolik Ajak Umat Bangun Kebaikan untuk Dunia dan Indonesia

Rabu, 07 Januari 2026 | 23:01

PDIP Tolak Pilkada Lewat DPRD karena Tak Mau Tinggalkan Rakyat

Rabu, 07 Januari 2026 | 22:39

Penjelasan Wakil Ketua DPRD MQ Iswara Soal Tunda Bayar Infrastruktur Pemprov Jabar

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:56

Kejagung Geledah Kantor Kemenhut terkait Kasus yang Di-SP3 KPK

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:39

84 Persen Gen Z Tolak Pilkada Lewat DPRD

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:33

Draf Perpres TNI Atasi Terorisme Perlu Dikaji Ulang

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:09

Harta Anggota KPU DKI Astri Megatari Tembus Rp7,9 Miliar

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:07

Selengkapnya