Berita

Tentara Rusia/Net

Dunia

Tak Digaji Sesuai Janji, Tentara Rusia Mogok Kerja, Ogah Berperang di Ukraina

MINGGU, 06 NOVEMBER 2022 | 06:53 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden Rusia Vladimir Putin mendapatkan masalah baru. Pasalnya lebih dari 100 tentara Rusia mogok kerja dan enggan berperang di Ukraina karena tidak mendapatkan gaji sesuai yang dijanjikan.

The Insider pada Rabu (2/11) melaporkan sejumlah tentara di sebuah pusat pelatihan militer di wilayah selatan Ulyanovsk, Rusia dengan kompak melakukan aksi mogok massal. Mereka menolak ikut berperang di Ukraina karena tidak mendapatkan gaji sebesar 195 ribu rubel atau Rp 49 juta seperti yang telah dijanjikan pemerintah sebelumnya.

"Kami mempertaruhkan hidup kami demi keselamatan dan kedamaian kalian. Kami menolak untuk berpartisipasi dalam operasi militer khusus dan akan mencari keadilan sampai kami dibayar seusai dengan yang dijanjikan oleh pemerintah, oleh presiden Federasi Rusia," ujar mereka dalam pernyataan.


Selain The Insider, media independen Rusia, Sota, pada Sabtu (5/11) juga menyebut beberapa orang yang tengah menjalani wajib militer melakukan mogok massal dengan tidak menghadiri latihan dan menutup ruang penyimpanan senjata.

Sebuah video yang dirilis oleh Moskow Times menunjukkan para tentara melakukan aksi protes.

"Satu untuk semua. Semua untuk satu!" seru mereka.

Kendati begitu, laporan-laporan tersebut belum dapat diverifikasi.

Berdasarkan Institute for the Study of War, pemerintah Rusia telah menjanjikan gaji lebih dari dua kali lipat dari rata-rata kepada sukarelawan dan mereka yang bersedia berpartisipasi dalam perang di Ukraina.

Diperkirakan Kremlin harus merogoh kocek sekitar 900 miliar rubel hingga 3 triliun rubel selama enam bulan ke depan untuk membayar para sukarelawan. Namun dengan banyaknya sanksi yang dihadapi oleh Rusia, banyak pihak meragukan kemampuan finansial Moskow untuk memenuhi angka tersebut.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya