Berita

Konser NCT 127 di ICE BSD Tangerang/Net

Publika

Konser NCT Rusuh, Bukan Sebab Ancaman Bom

SABTU, 05 NOVEMBER 2022 | 12:59 WIB | OLEH: DJONO W OESMAN

ANCAMAN bom di konser boyband Korsel, NCT 127 di ICE BSD Tangerang, diperiksa polisi. Ancaman bohong. Konser digelar, ternyata 30 penonton pingsan, akibat desak-desakan. Tak terkait bom.

Lima jam sebelum show, Jumat, 4 November 2022 malam, muncul ancaman bom. Polri mengerahkan Jibom. Juga, Densus 88 Anti-teror. Dilengkapi Unit K-9, anjing pelacak bom. Menyisir seluruh area.

Tapi sebentar saja. Segera dinyatakan aman. Konser boleh digelar, Jumat, 4 November 2022 malam. Diimbau, penonton jangan panik. Tenang saja.


Kunci ketenangan polisi, ada pada model ancaman. Bentuknya begini:

Jumat, 4 November 2022 siang, viral di Twitter. Pemilik akun Ryuchalis mengunggah ancaman. Berupa foto kertas coklat kumal, tulisan tangan. Ada empat surat. Isinya (tanpa edit) ini:

1) “Tolong Saya dan Keluarga Saya. ICE BSD 4 NOVEMBER 2022. S.O.S, 11 Orang, 3 Mobil TNT dan TATP”.

2) “Akan dimulai pada pukul 03.00 WIB, mobil datang pada pukul 03.WIB dan eksekusi dimulai pukul 06.00 WIB. Bom akan dilapisi kain merah, putih, hitam. Mereka akan memakai pakaian hitam putih dan masuk ke dalam kerumunan. Tolong saya dan keluarga.”

3) “Kepada siapa pun yang menemukan surat ini tolong hentikan aksi biadab yang akan dilaksanakan pada 4 November 2022 di ICE BSD dan acara akhir tahun di gelora Bung Karno!!!”

4) “Saya dan keluarga saya dipaksa untuk mengikuti aksi ini oleh sekelompok orang yang bergabung suatu organisasi. Terdapat ratusan gram bahan peledak berjenis TNT dan TATP siap pakai. Saya mohon kepada siapa pun yang menemukan surat ini untuk hentikan aksi ini, saya mohon selamatkan keluarga saya.”


Kata si pengunggah surat, itu bukan miliknya. Ia mengaku, nemu di suatu tempat.

Dari isi surat, bisa disimpulkan, penulis dan keluarga dipaksa teroris ikut ngebom. Ia tidak niat ngebom. Buktinya ia minta tolong. Berarti ia ikut rombongan pengembom 11 orang, 3 mobil.

Tapi, ia minta tolong diselamatkan. Artinya, ia berharap ada polisi mencegat tiga mobil itu di pintu masuk. Lalu, membebaskan ia dan keluarga dari kelompok teroris.

Nah, kalu ia tidak niat ngebom, mengapa berontak, lalu lapor polisi? Juga, tidak disebut plat nomor tiga kendaraan pembawa bom. 'Kan, bisa saja ia ngawur, memberi nomor mobil sembarangan.

Tentang jenis bom. TNT. Dikutip dari Britannica, TNT (Trinitrotoluene) berbahan senyawa nitrogen organik padat berwarna kuning pucat.

TNT dibuat dengan nitrasi toluena secara bertahap. Bakal meleleh pada suhu 82 derajat Celcius.

TATP (Triacetone Triperoxide) ialah senyawa peroksida. Dosen Departemen Kimia FMIPA, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Chairil Anwar, dalam wawancara pers 28 April 2021, mengatakan:

TATP mudah meledak. Bahan bom. Dijuluki "Mother of Satan", biasa digunakan teroris di Eropa, juga digunakan kelompok ISIS.

Chairil Anwar diwawancarai wartawan, sebab saat itu tim Polda Metro Jaya menggeledah bekas Markas FPI di Petamburan, Jakarta Barat, setelah polisi menangkap Sekretaris FPI, Munarman, di kasus baiat terhadap kelompok ISIS. Polisi menemukan TATP di Petamburan.

Jadi, penulis surat tahu bom. Bisa jadi pernah baca, atau diberi tahu, atau melihat, tapi bukan pembuat. Sebab, pembuat bom pasti bersembunyi. Bukan mengedarkan ancaman.

Penulis surat dalam menulis keterangan waktu, tergolong tradisional. Pukul 03.00 pukul 06.00, mestinya 15.00 dan 18.00.

Tenggang antara kedatangan rombongan teroris (disebut pukul 03.00) dengan peledakan (disebut pukul 06.00) aneh. Mengapa tidak pukul 20.00, saat show dimulai? 'Kan saat show dimulai, jumlah penonton lebih banyak dibanding pukul 18.00.

Di surat nomor tiga, keluar topik. Disebut: "acara akhir tahun di Gelora Bung Karno!!!” yang masih sebulan setengah lagi.

Soal warna pakaian teroris dan kain penutup bom, si penulis surat kayaknya gemar nonton film laga. Penjahat suka berkostum seragam, seperti di film Money Heist.

Secara umum, ancaman ini bukan langsung. Melainkan pantulan. Bukan orang pertama, tapi dipantulkan ke pengunggah, yang kini dikejar polisi.

Sebagai jenis ancaman bom, ini bentuk baru. Bentuk pantulan. Dan, pengancam seolah korban yang disekap, dipaksa teroris.

Harga tiket konser itu antara Rp 1 juta sampai Rp 3 juta. Tiket dijual sejak awal September 2022, dan sudah habis pada 4 Oktober 2022. Penonton tinggal tukar tiket di venue.

Dari bentuk ancaman, harga tiket, dan pemeriksaan lokasi, polisi berkesimpulan, bahwa itu ancaman kosong. Oleh orang iseng. Maka, segera diputuskan, konser tetap digelar.

Betapa pun, pengancam sudah berjasa terhadap keamanan masyarakat penonton konser itu. Karena, kualitas-kuantitas penjagaan langsung ditingkatkan. Kondisi waspada.

Bukan waspada bom. Tapi potensi chaos. Seperti di Stadion Kanjuruhan. Atau pesta Halloween di Itaewon, Korsel. Karena sekarang orang ngeri kerumunan.

Ternyata dugaan aman tak terbukti sepenuhnya. Konser dihentikan sejam sebelum waktunya, karena penonton desak-desakan. Tercatat, 30 wanita pingsan dilarikan ke RS.

Penulis adalah Wartawan Senior

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Jenderal Agus Subiyanto Tinjau Gladi Bersih Upacara HUT Ke-81 TNI

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:11

Rayakan Milad ke-81, GPI Gelar Sidang Dewan Organisasi di Bogor

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:22

Jalan Panjang Brigjen Ami Prindani Hingga Jadi Kadensus 88 Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Kurikulum Berbasis Cinta Dorong Pesantren Tanamkan Kesadaran Ekologi

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

PKPA Peradi Profesional Raih Rekor MURI Peserta Terbanyak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:52

Trump Pangkas Dana Iklim Global, Program Konservasi Orangutan RI Ikut Kena Imbas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:22

Ekspor Lesu - Stok Melonjak: Harga Minyak Sawit Mentah Catat Penurunan Mingguan Kedua

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:57

PP GPI Apresiasi Gebrakan Reformasi Suyudi di Tubuh Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:45

DOJ Tutup Kasus Powell, Proyek Renovasi Fed Masih Berujung Audit

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:31

Selengkapnya