Berita

Para pendukung Netanyahu/Net

Dunia

Unggul dalam Exit Poll, Netanyahu Siap Kembali Berkuasa

RABU, 02 NOVEMBER 2022 | 09:40 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Politik Israel kembali bergelora. Hasil exit poll pemilu Israel pada Selasa (1/11) menunjukkan bahwa mantan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah memenangkan cukup kursi untuk kembali berkuasa.

Meski hasil tersebut masih bersifat awal dan dapat berubah, tetapi banyak yang mempekirakan bahwa ini adalah kemenangan pria yang pernah memerintah Israel selama 12 tahun.

Pemilihan Selasa,  yang kelima sejak 2019,  adalah referendum terhadap Netanyahu, yang dikhawatirkan oleh para kritikus bahwa  kemenangannya akan memberdayakan ultranasionalis sayap kanan, sementara sebagian lain berharap kemenangan 'Bibi" akan menandai akhir dari krisis politik yang telah melumpuhkan negara itu.


Menurut beberapa kelompok, pemilihan pada Selasa adalah "kelelahan pemilu," tetapi hasil laporan justru menunjukkan jumlah pemilihmenjadi yang tertinggi sejak 1999.

Hasil exit poll ini kemungkinan akan mengakhiri jabatan perdana menteri singkat Yair Lapid, yang menengahi koalisi yang menggulingkan Bibi pada 2021.

"Kami hampir meraih memenangkan besar," kata Netanyahu kepada pendukungnya di Yerusalem, Rabu pagi (2/11), seperti dikutip dari Times of India.

Netanyahu, yang saat ini berusia 73 tahun, adalah salah satu tokoh politik paling kontroversial Israel. Ia adalah pedana menteri terlama Israel dan diadili atas tuduhan korupsi yang ia bantah.

Kampanye pemilihan Israel telah berjalan sejak beberapa minggu setelah konflik singkat dengan kelompok Jihad Islam di Gaza pada Agustus. Kampanye diwarnai dengan meningkatnya kekerasan di Tepi Barat yang diduduki, dengan serangan tentara Israel hampir setiap hari.

Seorang analis politik Marwan Bishara mengatakan, jika Netahanyu memenangkan pemilihan, tidak akan ada proses perdamaian yang bergerak maju sama sekali dengan Palestina.

“Dan tidak akan ada solusi dua negara dan tidak akan ada penarikan dari wilayah pendudukan,” katanya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya