Berita

Ketua KPK RI Firli Bahuri bersama Presiden Joko WIdodo/Net

Hukum

Catatan Ketua KPK, Tiga Tahun Pemberantasan Korupsi Presiden Jokowi

MINGGU, 23 OKTOBER 2022 | 05:48 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menyampaikan bahwa cara pandang lembaga yang dipimpinnya dalam pemberantasan korupsi selama tiga tahun pemerintahan Jokowi-Maruf Amin didasari oleh UU 30/2002 yang telah diubah menjadi UU 19/2019.

“Yang memberikan tugas pokok kepada KPK untuk pemberantasan korupsi melalui ruh pendidikan masyarakat, pencegahan melalui perbaikan sistem, penindakan yang profesional dan akuntabel serta penghormatan Hak Asasi Manusia, serta bersinergi dengan seluruh rakyat, segenap stake holder dan kamar kamar kekuasaan dalam orkestrasi pemberantasan korupsi,” kata Firli dalam keterangan tertulis yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (23/10).

Firli manyampaikan, perubahan undang-undang KPK selain mengubah cara pandang namun juga harus dipahami hal tersebut adalah bagian dari upaya politik negara untuk menciptakan pemberantasan korupsi yang lebih luas, masif dan orkestratif sifatnya.


“Itulah sebabnya tiga tahun terakhir kami merasa telah berkoordinasi dengan banyak sekali pihak tidak saja eksekutif yang dipimpin oleh presiden Jokowi dan Maruf Amin tapi juga lembaga lembaga yang lain termasuk di dalamnya partai politik sebagai intinya,” urai Firli.

KPK dalam periode ini, kata Firli, dirinya berkesempatan untuk mengidentifikasi persoalan korupsi secara lebih luas dan mengakar. Oleh karena itulah, kata Firli, KPK mengumpulkan partai politik untuk membangun budaya baru dalam politik. Selain, lanjut dia, mengaktifkan penindakan kepada elemen kekuasaan.

“Tapi yang paling penting adalah melakukan pendidikan antikorupsi secara sinergi dan kolaborasi dengan seluruh kamar-kamar kekuasaan (legislatif, eksekutif, yudikatif ) dan partai politik untuk mewujudkan budaya antikorupsi dalam pemberantasan korupsi. Namun dalam pelaksanaan tugas dan wewenangnya, KPK tidak terpengaruh dengan kekuasaan manapun,” beber Firli.

Disamping itu, kata Firli, KPK juga aktif menindaklanjuti kepemimpinan presiden Jokowi dalam forum Anti Corruption Working Group (ACWG) G20 yang artinya adalah juga kepemimpinan KPK dalam isu pemberantasan korupsi di dunia.

Oleh karena itu, bisa diartikan dalam tiga tahun ini orkestrasi pemberantasan korupsi telah dilakukan KPK secara lebih luas pada tataran nasional dan bahkan juga pada tataran global.

Firli menegaskan kalau KPK akan terus bekerja dalam koridor hukum karena segala sesuatu yang terjadi di KPK adalah proses hukum. Hukum dijadikan sebagai panglima adalah landasan KPK bekerja.

Sebab, kata Firli amanat presiden kepada KPK dalam Pidato kenegaraan terakhir ialah perlunya perlindungan hukum, sosial, politik, dan ekonomi untuk rakyat Indonesia harus terus diperkuat. Jelas disampaikan perlindungan tersebut perlu ditempuh melalui proses hukum yang ditegakkan seadil-adilnya, tanpa pandang bulu

“Itulah sejatinya jiwa KPK, tanpa pandang bulu dalam memberantas Korupsi, dan dengan demikian presiden menyadari pentingnya peran KPK dalam tatanan pemerintahan,” imbau Firli menekankan.

Sebab, Firli membeberkan, sudah begitu banyak pelaku korupsi yang dilakukan penahanan oleh KPK. Di tahun 2020, terdapat 114 orang, tahun 2021, 115 orang. Tahun 2022 sampai dengan Oktober tercatat sudah 108 orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh KPK.

“Sedangkan untuk pengembalian kerugian negara terus menunjukkan peningkatan. Asset recovery tahun 2022 sampai 20 Oktober sebesar Rp 351.86 milyar, tahun 2021 Rp 307.76 milyar dan tahun 2020 Rp 294.7 milyar,” ungkap Firli.

Hal lainnya, ujar Firli, menaruh komitmen negara untuk menjadikan pemberantasan korupsi sebagai prioritas utama. Itulah keputusan politik hukum atau "Rechtspolitiek" Presiden Jokowi untuk KPK.

Firli berharap pesan-pesan presiden tidak hanya dipedomani oleh KPK, tetapi semua pihak agar bisa membiarkan KPK bekerja dengan seluruh proses hukum yang pasti bisa dipertanggung jawabkan dan diatur oleh UU.

“Harapan KPK pada Presiden RI dan Wakil Presiden RI selanjutnya ialah, terus menempatkan posisi "pemberantasan korupsi" sebagai prioritas utama dalam menjamin keberhasilan seluruh program pemerintah. Serta, memastikan seluruh pembantu Presiden dan Wakil Presiden mengemban amanat dengan baik dan terjauh dari tindakan korupsi,” demikian Firli berharap.


Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Nilai TKA Siswa SD-SMP Jeblok, Program MBG Dipertanyakan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:30

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

UPDATE

Penunjukan Nanik S. Deyang Kepala MBG Sesuai Hasil Evaluasi

Rabu, 03 Juni 2026 | 16:13

Turun Gunung Jokowi Dalam Rangka Cari Keselamatan

Rabu, 03 Juni 2026 | 16:05

Gibran Ingin Birokrasi Berjalan Gesit dan Kolaboratif

Rabu, 03 Juni 2026 | 16:01

Prabowo Apresiasi Peran Turki Bantu Pulangkan Sembilan WNI dari Tahanan Israel

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:56

Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Hanya Dituntut 2,5 Tahun Penjara

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:52

Warganet Anggap Penggeledahan Kantor BGN oleh Kejagung Drama Telenovela

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:45

Gebrakan Jampidsus Obrak-abrik Kantor BGN Patut Diacungi Jempol

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:42

Kunjungan ke Rusia, AHY Bawa Pulang Proyek PLTN Terapung hingga Kapal Cepat

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:41

DPR Dukung Kejagung Geledah BGN Usut Dugaan Korupsi MBG

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:07

Istana Respons Kabar Penangkapan Eks Kepala BGN oleh Kejagung

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:06

Selengkapnya