Berita

Sidang di PN Jaksel dengan terdakwa Putri Candrawathi/Net

Hukum

Jaksa: Pengacara Putri Candrawathi Tidak Paham Maksud Pasal 143 Ayat 2 KUHAP

KAMIS, 20 OKTOBER 2022 | 12:29 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) menilai tim Penasihat Hukum (PH) terdakwa Putri Candrawathi tidak memahami maksud Pasal 143 Ayat 2 KUHAP. Alasannya, karena mereka menganggap surat dakwaan disusun dengan tidak hati-hati dan menyimpang dari hasil penyidikan serta tidak memenuhi syarat materiil.

Hal itu merupakan tanggapan dari tim JPU menanggapi eksepsi yang telah disampaikan oleh tim PH Putri di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin (17/10).

Dalam sidang tanggapan JPU atas eksepsi PH Putri, JPU membeberkan satu persatu tanggapan dari eksepsi, salah satunya terkait eksepsi yang berbunyi "surat dakwaan disusun oleh Jaksa Penuntut Umum dengan tidak hati-hati dan menyimpang dari hasil penyidikan serta tidak memenuhi syarat materiil, sebagaimana yang telah kami jelaskan mengenai ketentuan perumusan dakwaan secara singkat (dalam poin IV Ketentuan Perumusan Dakwaan), Sehingga surat dakwaan berdasarkan Pasal 143 KUHAP harus dinyatakan batal demi hukum".


"Setelah Penuntut Umum mencermati uraian eksepsi atau nota keberatan PH terdakwa Putri Candrawathi (vide halaman 22-24) rupanya PH terdakwa Putri Candrawathi tidak memahami maksud dari Pasal 143 Ayat 2 KUHAP," ujar Jaksa pada Kamis (20/10).

Pasal 143 Ayat 2 KUHAP tersebut kata Jaksa, dengan tegas berbunyi "Penuntut Umum membuat surat dakwaan yang diberi tanggal dan ditandatangani serta berisi uraian secara cermat, jelas dan lengkap mengenai tindak pidana yang didakwakan dengan menyebutkan waktu dan tempat tindak pidana".

"Bahwa apabila dilihat dari rumusan Pasal 143 Ayat 3 KUHAP tersebut di atas, jelas dan tegas dalam surat dakwaan atas nama terdakwa Putri Candrawathi telah tersusun secara sistematis, jelas, dan tegas, di akhir surat dakwaan tertanggal 5 Oktober 2022 dan ditandatangani oleh Penuntut Umum atas nama Rudi Irmawan," jelas Jaksa.

Bahkan kata Jaksa, di awal surat dakwaan, sudah disebutkan waktu kejadian, yakni "pada hari Jumat tanggal 8 Juli 2022 pukul 15.28 WIB sampai dengan pukul 18.00 WIB atau setidak-tidaknya pada waktu lain dalam bulan Juli tahun 2022".

Selain itu kata Jaksa, dalam surat dakwaan juga dijelaskan tempat tindak pidana, yaitu bertempat di Jalan Saguling 3 nomor 29, Kelurahan Duren Tiga, Kecamatan Pancoran 1, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta (selanjutnya disebut rumah Saguling 3 nomor 29), dan bertempat di rumah dinas Komplek Polri Duren Tiga nomor 46 RT.05/01, Kelurahan Duren Tiga, Kecamatan Pancoran 1, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta (selanjutnya disebut rumah dinas Duren Tiga nomor 46).

"Dengan uraian peristiwa yang tersusun secara terstruktur dari awal persiapan hingga selesainya peristiwa terjadi, sebagaimana yang dikemukakan oleh Harun K. Husein dalam bukunya yang berjudul 'Surat Dakwaan Teknik Penyusunan Fungsi dan Permasalahannya' menjelaskan mengenai yang dimaksud dengan jelas sebagaimana dimaksud Pasal 143 Ayat 3 KUHAP, yaitu 'Penuntut Umum harus mampu merumuskan unsur-unsur delik yang didakwakan sekaligus memadukan dengan uraian perbuatan materil (fakta) yang dilakukan oleh terdakwa dalam surat dakwaan'," terang Jaksa.

Tak hanya itu kata Jaksa, dalam Buku Himpunan Tata Naskah dan Petunjuk Teknis Penyelesaian Perkara Pidana Umum Kejaksaan Agung RI pada halaman 68 menjelaskan uraian secara cermat yang berarti menuntut ketelitian JPU dalam mempersiapkan surat dakwaan yang akan diterapkan bagi terdakwa.

"Dengan menempatkan kata 'cermat' paling dekat dari rumusan Pasal 143 Ayat 2 huruf b KUHAP, pembuat UU menghendaki agar JPU dalam membuat surat dakwaan selalu bersikap korek dan teliti. Uraian secara jelas berarti uraian kejadian atau fakta kejadian yang jelas dalam surat dakwaan," tutur Jaksa.

Sehingga kata Jaksa, terdakwa dengan mudah memahami apa yang didakwakan terhadap dirinya dan dapat mempersiapkan pembelaan dengan sebaik-baiknya. Sementara terkait uraian secara lengkap, berarti surat dakwaan memuat semua unsur atau elemen tindak pidana yang didakwakan.

"Unsur-unsur tersebut harus terlukis di dalam uraian fakta kejadian yang dituangkan dalam surat dakwaan," pungkas Jaksa.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya