Berita

Anggota Komisi I DPR RI, Christina Aryani/Net

Politik

Apresiasi Perhatian Presiden untuk Pekerja Migran, Anggota Komisi I DPR Beri Catatan Khusus

RABU, 19 OKTOBER 2022 | 08:52 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komitmen besar Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar para Pekerja Migran Indonesia (PMI) harus diberi perlindungan dan perhatian maksimal oleh negara patut diapresiasi.

Disampaikan anggota Komisi I DPR RI Christina Aryani, sikap Presiden Jokowi itu menekankan pentingnya upaya semua pihak di bawah koordinasi BP2MI untuk melakukan pendataan PMI.

Selain itu, BP2MI diminta agar berupaya maksimal memangkas penyaluran PMI secara ilegal.


"Bahwa Presiden sudah memberi perhatian besar bagi PMI itu sesuatu yang pantas kita apresiasi," kata Christina dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (19/10).

"Dua hal ditekankan Presiden dalam arahannya. Pertama soal pendataan, dan kedua menghilangkan total praktik-praktik pengiriman PMI secara ilegal. Ini tentu butuh bukan saja komitmen Presiden tetapi banyak pihak yang perlu terlibat secara konsisten," imbuhnya.

Menurut Christina, perhatian Presiden Jokowi perlu diikuti langkah-langkah konsisten dari semua pihak. Sehingga baik pendataan maupun upaya menghapus pengiriman PMI secara ilegal dapat berhasil dengan baik.

Sambung Christina, pendataan PMI memerlukan sinergi berbagai stakeholders. Dalam hal ini BP2MI bisa mencatat PMI yang berangkat melalui jalur resmi, namun untuk yang sudah berada di luar negeri dan berstatus overstayer atau ilegal, pendataannya hanya mungkin dilakukan oleh perwakilan (KBRI/KJRI)  melalui lapor diri WNI dan pemutakhiran data.

“Yang menjadi permasalahan selama ini tidak semua WNI mau melakukannya padahal sudah diwajibkan Undang-Undang Adminduk dan dapat dikenakan denda administratif. Ini patut jadi perhatian, perlu sosialisasi masif agar lapor diri bisa dijalankan seluruh WNI kita di luar negeri,“ tutur Christina.

Pendataan PMI memang sangat penting, karena adanya data PMI yang akurat sangat membantu upaya negara memastikan perlindungan WNI di luar negeri.

“Sejak 2019 kami sudah suarakan hal ini, bahwa pendataan itu sangat penting. Sehingga ketika Presiden mengangkat hal ini dan mendorong BP2MI untuk membantu melakukan pendataan (pencatatan) PMI di luar negeri, kami sangat mendukung dan memberi apresiasi tinggi," kata legislator Dapil DKI Jakarta II ini.

Lebih dari itu, senada dengan Presiden, Christina meminta komitmen semua pihak untuk sama-sama memberantas praktik ilegal pengiriman PMI yang selama ini masih marak terjadi.

"Bahwa ini adalah kerja kolektif banyak pihak, tidak bisa hanya BP2MI. Pengiriman PMI ilegal sudah menjadi sindikat yang sekian lama beroperasi bahkan juga melibatkan aparat. Ini perlu langkah-langkah masif di lapangan. Presiden sudah beri arahan, tinggal langkah-langkah teknisnya seperti apa itu yang kami tunggu," tegas Christina.

Temuan Christina, misalnya, pemerintah harus memastikan pengawasan di jalur-jalur tikus dan poin-poin pemberangkatan resmi (airport dan pelabuhan). Bukan hanya itu pemerintah harus menyediakan skema jalur pemberangkatan resmi baik skema G2G maupun P2P yang diendorse oleh Pemerintah.

Selain itu tentu saja TNI, Polri, BP2MI, Kemenlu, Imigrasi dan pihak terkait lainnya harus kompak, bersinergi untuk menyelesaikan pekerjaan besar ini.

“Arahan Presiden sudah jelas, terang-benderang. Sekarang tinggal komitmen untuk melaksanakannya. Itu yang juga kami tunggu," pungkas Christina.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya