Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Kawal Ruang Digital di Pemilu 2024 Bebas Hoax, Kominfo Bentuk Gugus Tugas

SELASA, 18 OKTOBER 2022 | 20:50 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kerawanan disinformasi hingga kabar bohong alias hoax yang biasanya bertebaran jelang pemilihan umum (pemilu) bakal diantisipasi pemerintah dengan membentuk Gugus Tugas.

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika, Usman Kansong, menyampaikan hal tersebut usai Rapat Koordinasi Menteri Kominfo Johnny G. Plate dengan sejumlah kementerian/lembaga terkait di Kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa sore (18/10).

"Dalam rapat koordinasi kita menyepakati sejumlah hal, yang saya kira paling penting adalah kita bersepakat untuk membentuk 'tas pos' atau gugus tugas untuk mengawal agar pemilu berlangsung lancar dan sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi," ujar Kansong.


Dia menjelaskan, nantinya Gugus Tugas ini akan diisi oleh kementerian/lembaga yang masing-masing memiliki tugas sesuai dengan bidangnya.

"Dan tugas yang paling penting tadi dibicarakan adalah bagaimana membersihkan ruang digital atau mengawal ruang digital supaya dia bisa menjadi arena demokrasi yang baik di Pemilu 2024," sambungnya menegaskan.

Lebih lanjut, Kansong menyampaikan dasar pemikiran pemerintah menggas pembentukan Gugus Tugas ini. Di mana salah satunya adalah karena perubahan zaman yang telah menuntut dna menuntun pada ruang-ruang teknologi.

"Pemerintah menyadari betul terjadi perubahan pola berdemokrasi antara Pemilu 2024, Pemilu 2019 dan Pemilu 2014 serta pemilu-pemilu sebelumnya, yang mana kampanye terjadi di ruang fisik, di ruang sosial. Sementara di Pemilu 2024 sudah sejak 2019 ini kampanye berlangsung di ruang digital," ucapnya.

"Dan ini sangat rawan bagi terjadinya polarisasi kalau ruang digital itu di kotori oleh hoax, disinformasi, mis informasi," demikian Kansong menambahkan. 

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya