Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Maroko Hadapi Kekeringan, Raja Mohammed VI Minta Air Tidak Dipolitisasi dan Dieksploitasi

SENIN, 17 OKTOBER 2022 | 17:41 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kekeringan parah yang melanda Maroko saat ini menjadi yang terparah dalam tiga dekade terakhir. Hal ini membuat Raja Mohammed VI memberikan arahan langsung untuk menghadapi kekeringan.

Dalam pidatonya selama pembukaan Sidang Parlemen pada Jumat (15/10), Raja Mohammed menyebut kekeringan parah telah terjadi di banyak tempat, termasuk Maroko. Hal ini tidak lain ikut disebabkan oleh perubahan iklim.

Dengan adanya tantangan ini, ia mendesak langkah-langkah untuk mengatasi masalah pengelolaan sumber daya air.


"Untuk menghadapi situasi ini, kami telah mengambil serangkaian tindakan pencegahan, sejak Februari lalu, di bawah rencana untuk memerangi dampak kekeringan. Tujuannya adalah untuk memastikan tersedianya air minum, memberikan bantuan kepada petani dan untuk menjaga ternak," ujarnya.

Sebagai bagian dari penanganan, pemerintah juga telah merumuskan Program Prioritas Nasional untuk Air Minum 2020-2027. Sejauh ini, sudah ada lebih dari 50 bendungan besar dan sedang yang telah dibangun, sementara 20 lainnya dalam pembangunan.

Di samping itu, Raja Mohammed juga mendorong penyelesaian pengembangan interkoneksi hidrolik dan pembangunan instalasi desalinasi air laut, serta penerapan kebijakan efisiensi air yang lebih kuat, terutama di bidang irigasi.

"Maroko sekarang berada dalam situasi kekurangan air kronis, dan tidak semua masalah dapat diselesaikan hanya dengan membangun fasilitas air yang direncanakan, meskipun sangat penting dan membutuhkannya," tambahnya.

Sehingga, ia mengimbau warga untuk tidak melakukan pemborosan air serta penggunaan sumber daya vital yang tidak rasional dan tidak bertanggung jawab.

"Selain itu, masalah air tidak boleh dieksploitasi untuk kepentingan politik, juga tidak boleh digunakan untuk memicu ketegangan sosial," tegasnya.

Raja Mohammed kemudian menekankan empat langkah yang perlu dilakukan. Pertama, meluncurkan program dan inisiatif yang lebih ambisius untuk menghemat air dan menggunakan kembali air limbah. Kedua, memberikan perhatian khusus pada penggunaan air tanah secara rasional dan menjaga permukaan air tanah dengan mengatasi pemompaan ilegal dan pengeboran sumur yang tidak menentu.

Ketiga, ia menekankan bahwa kebijakan air bukan hanya kebijakan sektoral, melainkan terletak di persimpangan banyak sektor. Dan terakhir, menyoroti perlunya transparansi dan meningkatkan kesadaran terkait semua aspek yang berkaitan dengan biaya air.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

Prabowo Tindak Lanjuti Usulan Tambah Beasiswa S3 bagi Dosen

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:09

Panitia Ogah Disusupi Politik, Jokowi Batal Ikut Kirab Budaya di Lampung Timur

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:06

Sekolah Rakyat Bogor Padukan Panorama Alam dan Fasilitas Pendidikan Modern

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:43

400 Lajang Ikut Golek Garwo, Kemenag Dorong Lahirnya Keluarga Sakinah

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:35

Dana SAL Kemenkeu Perkuat Likuiditas dan Intermediasi Bank Mandiri

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:29

Prabowo Target Pangkas BUMN dari 1.000 Jadi 250 Perusahaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:47

Safari Politik Jokowi Bareng PSI Picu Sorotan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:28

Daftar 32 Tim yang Lolos Piala Dunia 2026, Lajut Fase gugur

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:16

Australia Gandakan Denda Platform Medsos Nakal hingga Rp1 Triliun

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:06

Membaca Sinyal di Balik Ritual Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung

Minggu, 28 Juni 2026 | 13:56

Selengkapnya