Berita

Kericuhan di Stadion Kanjuruhan usai pertandingan Arema Vs Persebaya/Net

Presisi

Mayoritas Korban Meninggal Tragedi Kanjuruhan Alami Asfiksia

JUMAT, 14 OKTOBER 2022 | 05:58 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Kabiddokkes Polda Jawa Timur Kombes Erwin Zainul Hakim memyampaikan jika proses verifikasi dan identifikasi data korban meninggal dunia Tragedi Kanjuruhan Malang memasuki tahap akhir. Total ada 132 korban jiwa yang menjadi korban meninggal di Stadion Kanjuruhan Malang.

Dari jumlah tersebut 44 orang di antaranya meninggal dunia di rumah sakit milik pemerintah di Malang raya. Sedangkan sisanya merupakan yang meninggal dunia dan teridentifikasi di rumah sakit swasta dan tingkat kelurahan.

Kombes Erwin menyampaikan bahwa, mayoritas korban meninggal dunia yang diidentifikasi di tiga rumah sakit milik pemerintah di Malang raya kebanyakan mengalami gejala asfiksia atau gejala ketika kondisi kadar oksigen di dalam tubuh berkurang.


"Kebanyakan memang muncul tanda-tanda gejala asfiksia, sebagian besar tidak ada trauma, mungkin detailnya bisa ditanyakan ke rumah sakit masing-masing untuk kepastian. Tapi yang non-faskes tadi data informasinya tidak ada, tapi hanya catatan dari pihak rumah sakit saat dibawa ke pihak keluarga," kata di Posko Krisis Center Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, Kamis (13/10).

Dalam kasus ini, penyidik Polri telah menetapkan enam orang sebagai tersangka. Mereka adalah, Direktur Utama LIB Ahmad Hadian Lukita, Ketua Panitia Pelaksana Arema Malang Abdul Haris, Security Officer Suko Sutrisno.

Kemudian, Kabag Ops Polres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto, Kasat Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidik Achmadi dan Komandan Kompi Brimob Polda Jatim AKP Hasdarman.

Para tersangka disangka melanggar Pasal 359 dan 360 KUHP tentang menyebabkan orang mati ataupun luka-luka berat karena kealpaan dan pasal 103 ayat (1) Jo Pasal 52 UU 11/2022 tentang Keolahragaan.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Bareskrim Gerebek 9 Lokasi Rawan Narkoba di Sumut, Puluhan Pengedar dan Pemakai Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:28

Pasar Serdang Kemayoran Segera Direvitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:15

Hadiah Bibit Korupsi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01

Aparat Usut Dugaan Investasi Emas Bodong Rp25 Miliar yang Seret Sejumlah Artis

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:55

Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:39

Karhutla Belum Tuntas, Pemerintah Kaji Langkah Penanganan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:34

Kemenhub Catat 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla: 907 Batal

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:17

Radja Nainggolan Ungkap Penyesalan Besar Belum Pernah Bela Timnas Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Trump Pertimbangkan Bantu Arab Saudi Perangi Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:48

Selengkapnya