Berita

Peluncuran roket Epsilon Jepang/Net

Dunia

Gagal Mengorbit, Roket Jepang Dihancurkan di Ruang Angkasa

RABU, 12 OKTOBER 2022 | 17:39 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Untuk pertama kalinya dalam dua dekade terakhir, Jepang gagal meluncurkan roket yang membawa satelitnya ke orbit. Padahal peluncuran ini ditujukan untuk mendemonstrasikan teknologi baru.

Roket Epsilon lepas landas dari Pusat Ruang Angkasa Uchinoura di wilayah Kagoshima selatan pada Rabu (12/10). Peluncuran ini disiarkan secara langsung oleh badan antariksa Jepang, Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA).

"Tapi sinyal penghancuran diri dikirim ke roket kurang dari 10 menit kemudian karena kelainan posisi," ujar pemimpin proyek dari JAXA, Yasuhiro Funo dalam konferensi pers, seperti dimuat AFP.


Siaran langsung kemudian dihentikan, sementara pembawa acara memberi tahu pemirsa terkait adanya masalah dengan peluncuran.

Funo menjelaskan masalah teknis terdeteksi sebelum tahap ketiga, dan terakhir, peluncuran, tepat saat booster kuat terakhir akan dinyalakan. Sehingga penghancuran dilakukan sebelum muncul masalah keamanan terkait kemungkinan roket bisa jatuh.

"Kami memerintahkan penghancuran roket karena jika kami tidak dapat mengirimnya ke orbit yang kami rencanakan, kami tidak tahu ke mana ia akan pergi," jelasnya.

Adapun setelah penghancuran, bagian-bagian roket telah mendarat di laut timur Filipina.

Roket Epsilon sejauh ini telah menerbangkan lima misi sukses sejak debutnya pada 2013. Peristiwa ini menjadi peluncuran roket Jepang yang gagal untuk pertama kalinya hampir dua dekade, dan satu-satunya bagi roket Epsilon.

Peluncuran luar angkasa terakhir Jepang yang gagal terjadi pada 2003, ketika Tokyo berusaha mengorbitkan satelit mata-mata untuk memantau Korea Utara. Sementara satu-satunya waktu JAXA mengirim perintah penghancuran ke roket adalah pada tahun 1999.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Dapur Emak-emak Dipastikan Terdampak Perang Timur Tengah

Kamis, 05 Maret 2026 | 05:39

Kematian Siswa di Bengkulu Utara Tidak Terkait MBG

Kamis, 05 Maret 2026 | 05:15

Pelaku Penculikan Satu Keluarga di Jombang Berhasil Diringkus Polisi

Kamis, 05 Maret 2026 | 04:59

Perdagangan, Kapal dan Selat Hormuz

Kamis, 05 Maret 2026 | 04:39

Komnas Haji Desak KY Ikut Pantau Sidang Praperadilan Gus Yaqut

Kamis, 05 Maret 2026 | 04:15

DPRD Kota Bogor Terima Curhatan soal Syarat Pengurus RT/RW

Kamis, 05 Maret 2026 | 03:59

Kesalahan Oknum Polisi Jangan jadi Alat Menyerang Institusi

Kamis, 05 Maret 2026 | 03:40

Pelaku Pembunuhan Bocah di KBB Dijerat 20 Tahun Penjara

Kamis, 05 Maret 2026 | 03:21

Rocky Gerung: Damai Adanya di Surga, Perang Pasti akan Berlanjut

Kamis, 05 Maret 2026 | 02:55

DPRD Kota Bogor Godok Aturan Baru Penyelenggaraan Kesehatan

Kamis, 05 Maret 2026 | 02:33

Selengkapnya