Berita

Gubernur Lemhannas, Andi Widjajanto/Net

Politik

Gubernur Lemhannas: Kolaborasi Antar Negara Merupakan Solusi Atasi Krisis Dunia

SELASA, 11 OKTOBER 2022 | 21:41 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Dunia diperkirakan akan terus mengalami krisis hingga tahun 2023 mendatang, untuk itu diperlukan kolaborasi yang kuat antar negara sebagai salah satu solusi dalam mengatasi krisis di masa depan.

Begitu yang disampaikan oleh Gubernur Lemhannas, Andi Widjajanto dalam Seminar Nasional PPRA Lemhannas ke-16 yang bertajuk "Kolaborasi/Kepemimpinan G20: Konektivitas dan Rantai Kolaborasi" pada Selasa (11/10).

Merujuk pada arahan yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo pada HUT TNI ke-77, Andi mengingatkan bahwa tahun 2022 merupakan tahun yang susah dan berat, maka di tahun 2023 dunia juga diperkirakan akan semakin gelap dan berat sebagai dampak dari terjadinya perang antara Ukraina dan Rusia.


Saat ini dunia dikatakan sedang bersiap untuk menghadapi krisis pangan, krisis energi dan krisis finansial lebih lanjut, yang akan terjadi secara simultan dari kemungkinan eskalasi perang antara Moskow dan Kyiv.

Mengutip pernyataan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Andi mengatakan, Indonesia telah menawarkan jawaban dalam Sidang Umum PBB di New York untuk mengatasi krisis global yang sedang dihadapi oleh dunia .

"Ayo tinggalkan kompetisi dan permusuhan. Mari, berkolaborasi (untuk mengatasi krisis global),” ujar Andi.

Kerjasama dan kolaborasi disebut menjadi kunci penting dalam mengatasi seluruh krisis tersebut. Oleh karena itu, Andi menambahkan, sebagai negara yang memegang Presidensi G20 pada tahun ini, Indonesia diharuskan bekerja keras agar forum kolaborasi itu mampu terlaksana dengan baik.

Bahkan, memberikan solusi yang mampu membawa dunia untuk berhasil menghadapi segala tantangan yang ada.

Dalam kesempatan yang sama, dia menyampaikan bahwa Lemhannas pun telah berusaha mencarikan solusi atas ancaman krisis global itu. Salah satunya, melalui penyelenggaraan seminar dan memberikan pesertanya bekal untuk memperkuat ketahanan nasional di tengah situasi dunia yang tidak menentu ini.

Seminar ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi langkah yang lebih lanjut lagi bagi Indonesia, serta negara-negara lainnya dalam melakukan interaksi positif dan kolaborasi sebagai solusi untuk menghadapi ancaman krisis global.

"Semoga yang menjadi tema dari seminar nasional tentang G20 pagi ini, tentang konektivitas, dan tentang rantai pasok global bisa menjadi tawaran solusi untuk mencegah dunia untuk masuk ke krisis yang lebih dalam lagi," pungkasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya