Berita

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi/Net

Politik

Menlu Retno: Niat Rusia-Ukraina untuk Berdamai Masih Rendah

SELASA, 11 OKTOBER 2022 | 21:18 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Konflik antara Rusia dan Ukraina yang kian memanas, semakin sulit menemui kata perdamaian ketika belum kuatnya keinginan untuk damai dari kedua negara.

Begitu dikatakan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi saat menyinggung kunjungan Presiden RI Joko Widodo pada beberapa bulan yang lalu, ke Kyiv dan Moskow untuk menengahi konflik ini.

Dalam pidatonya di Seminar PPRA 64 Lemhannas, Menlu Retno mengatakan upaya menjembatani perdamaian yang dilakukan oleh Jokowi sejauh ini belum terlihat hasilnya. Sebab baik Ukraina maupun Rusia, keduanya masih terus dikuasai oleh nafsu perang yang terus membara.


"Hasilnya? belum kelihatan. Kenapa belum kelihatan? Karena appetite untuk menyelesaikan masalah masih sangat rendah. Kedua pihak yang terkait masih mengedepankan pendekatan yang bukan perdamaian," kata Retno dalam pidatonya pada Selasa (11/10).

Lebih lanjut, Retno mengatakan, ia tidak bisa memprediksi sampai kapan perang yang juga berdampak pada banyaknya krisis ini akan terus berlangsung.

Namun Retno menyebut bahwa negara-negara berkembang sejauh ini paling banyak merasakan dampak nyata dari krisis yang disebabkan oleh konflik ini. Sebab Rusia dan Ukraina memiliki posisi penting dalam rantai pasokan global.

"Sampai kapan perang akan berlangsung? kapan akan berakhir? To be honest, kita tidak tahu kapan perang dapat selesai dan sepanjang perang terus berlangsung dampaknya pun akan sangat dirasakan terutama oleh negara berkembang," kata Retno.

Akan tetapi dalam menanggapi konflik kedua negara ini Retno menegaskan bahwa posisi Indonesia masih tetap sama, yaitu terus menghormati kedaulatan serta integritas wilayah dari negara lain.

Menurut Retno, RI juga konsisten bersikap bahwa konflik harus diselesaikan secara damai di meja perundingan dan bukan di medan perang.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya